AGAM – Pembangunan hunian sementara (huntara) di Sumatra Barat (Sumbar) mulai memasuki tahap krusial.
Rangka baja sudah berdiri di Lapangan Bola Nagari Salareh Aia, Jorong Kayu Pasak, Kecamatan Palambayan, Kabupaten Agam, menandai progres fisik yang kini semakin kasat mata.
Percepatan pembangunan huntara ini melibatkan dukungan penuh personel TNI yang melakukan perbantuan konstruksi secara terkoordinasi di sejumlah titik terdampak.
Kegiatan pembangunan tersebut dilaksanakan oleh personel Kodam XX/TIB yang berasal dari Kodim 0304/Agam, Yon TP/Singgalang, serta Denzipur 2/PS dengan pembagian tugas sesuai spesialisasi teknis lapangan.
“Kapasitas huntara sebanyak 117 KK (kepala keluarga),” demikian keterangan resmi dari Pusat Penerangan TNI, dikutip Minggu (28/12).
Dokumentasi visual yang diterima menunjukkan rangka baja telah terpasang rapi di atas tapak beton yang telah mengering, sementara di beberapa unit proses pemasangan dinding mulai berjalan.
Secara keseluruhan, terdapat enam titik pembangunan huntara di Sumatera Barat yang telah berjalan hingga Jumat (26/12) dengan progres yang bervariasi sesuai kondisi lapangan.
Titik pertama berada di Jorong Kayu Pasak dengan pembangunan 24 barak huntara berukuran 85Ă—64 meter yang dirancang untuk menampung 117 kepala keluarga dengan dukungan 106 pekerja.
“Target pengerjaan dari 15 hingga 30 Desember,” tulis keterangan resmi.
Titik kedua berlokasi di Jorong Aia Angek, Naari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten 50 Kota, dengan pembangunan 60 unit huntara berukuran 98Ă—70 meter yang akan dihuni oleh 60 kepala keluarga.
Titik ketiga berada di Kota Padang, tepatnya di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, dengan pembangunan 100 unit huntara di atas lahan seluas 10.000 meter persegi untuk 100 kepala keluarga.
Titik keempat terletak di Kabupaten Tanah Datar dengan penyediaan empat barak huntara seluas sekitar 1.981 meter persegi dan target penyelesaian pada 23 hingga 28 Desember.
Titik kelima berada di Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kecamatan Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, dengan pembangunan 34 unit huntara berukuran 80Ă—55 meter yang akan ditempati 34 kepala keluarga.
Titik keenam berlokasi di Nagari Pulut-Pulut, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan.
Pada titik ini, dibangun 20 unit huntara di atas lahan milik Pemkab Pesisir Selatan seluas 2.261 meter persegi untuk 73 kepala keluarga penerima manfaat.***
