JAKARTA – Insiden kontroversial terjadi pada Sprint Race MotoGP Hungaria, ketika Enea Bastianini dijatuhi dua Long Lap Penalty untuk balapan utama hari Minggu. Hukuman tersebut diberikan setelah pembalap asal Italia itu dinilai bersalah karena menarik Johann Zarco keluar lintasan—pelanggaran kedua musim ini.
Namun Bastianini mengaku terkejut dengan keputusan steward. Menurutnya, insiden dengan Zarco merupakan dampak dari tabrakan yang lebih dulu terjadi pada awal balapan, saat dirinya disenggol oleh Fabio Quartararo di tikungan pertama.
Quartararo melakukan pengereman keras akibat lintasan sempit dan kotor, mencoba menghindari Fabio Di Giannantonio dan Marco Bezzecchi di sisi dalam. Meski berhasil menghindari keduanya, justru Bastianini yang jadi korban di sisi luar.
Secara luar biasa, pembalap berjuluk “The Beast” itu mampu tetap menguasai motornya tanpa terjatuh. Namun beberapa tikungan kemudian, ia bersenggolan dengan Zarco. Bastianini membela diri, menyebut insiden kedua terjadi karena perangkat pengatur ketinggian belakang motornya bermasalah setelah insiden pertama.
Ia bahkan mengklaim telah mengerem 18 meter lebih awal dari biasanya demi menghindari benturan. Namun panel steward yang dipimpin oleh Simon Crafar tetap menjatuhkan hukuman, dengan alasan tidak ditemukan cukup bukti untuk membatalkan penalti.
Hukuman ini menuai reaksi keras dari bos tim Tech3, Herve Poncharal. Dalam wawancara dengan TNT Sports, Poncharal menyayangkan keputusan tersebut dan menyebut timnya menjadi pihak yang paling dirugikan.
“Saya sangat kecewa dengan apa yang terjadi,” ujarnya. “Enea melakukan start yang sempurna, setelah menjalani kualifikasi terbaiknya. Kami melakukan banyak pekerjaan pada kontrol start. Anda bisa melihatnya, di akhir lintasan lurus [setelah start], ia berada di posisi kedua, di belakang Marc Marquez. Itu adalah skenario ideal yang kami rencanakan.”
Menurutnya, Bastianini hanya menjadi korban dari manuver agresif Quartararo yang tidak terkendali. Kondisi teknis yang dialami Bastianini pasca benturan pertama membuatnya sulit mengerem secara optimal.
“Ia menjadi korban pengereman ambisius Quartararo. Saat itu, balapan hampir berakhir. Dia mengalami masalah dengan perangkat ketinggian belakang. Dia tidak bisa mengerem dengan benar, dan dia mendorong Zarco keluar lintasan. Anda tahu, kami adalah korban utama dalam hal ini. Kami yang paling banyak terkena penalti. Aku tidak senang. Jujur saja, saya rasa ini tak adil,” lanjutnya.
Poncharal juga menyentil cara kerja panel steward yang dinilai terlalu kaku dalam menafsirkan aturan.
“Ada peraturan dan Anda harus mengikutinya. Tetapi, jika Anda tidak ingin, gunakan ChatGPT untuk memutuskan apa yang terjadi dengan peraturan tersebut? Steward juga seseorang yang memiliki hati dan perasaan, yang memahami apa yang sedang terjadi. Saya sama sekali tidak senang dengan hal itu. Tapi apa yang bisa saya lakukan? Tidak banyak,” pungkasnya.
