Petinggi Formula 1 akan membahas perubahan aturan signifikan yang akan mewajibkan dua kali pit stop per Grand Prix mulai tahun 2026, karena olahraga ini berupaya menghadirkan kembali variasi strategis dan kegembiraan dalam balapan di tengah kekhawatiran atas strategi satu kali pit stop yang monoton.
Proposal ini, yang diperjuangkan oleh Liberty Media dan diperkirakan akan dibahas pada pertemuan Formula 1 Commission mendatang, merupakan bagian dari perombakan teknis dan olahraga paling menyeluruh F1 dalam beberapa tahun terakhir. Inisiatif ini mendapat dukungan karena ban Pirelli modern terbukti terlalu tahan lama, dengan tim-tim semakin memilih strategi satu kali pit stop yang konservatif yang mengurangi drama di lintasan.
Keragaman strategis terancam
Masalah ini menjadi mencolok dalam beberapa bulan terakhir, dengan lima Grand Prix terakhir semuanya dimenangkan menggunakan strategi satu kali pit stop. Hanya keadaan luar biasa seperti intervensi safety car di Zandvoort atau cuaca buruk di Silverstone yang mengganggu tren ini, dengan kemenangan dua kali pit stop asli terbaru terjadi di Spielberg beberapa bulan lalu.
“Perangkat lunak simulasi canggih secara akurat memprediksi waktu lap rata-rata untuk mengoptimalkan manajemen ban dengan pendekatan satu kali pit stop,” menurut analisis terkini. Presisi teknologi ini telah menyebabkan para pembalap fokus terutama pada pencapaian waktu lap target yang ditentukan oleh simulasi mereka, menciptakan apa yang dikritik sebagai periode berkepanjangan dari gaya balapan “kereta-dan-senapan”.
Beberapa variasi dari aturan dua kali pit stop wajib sedang dipertimbangkan. Satu usulan akan memaksa tim untuk menggunakan ketiga kompon ban selama balapan, dengan setiap set dibatasi tidak lebih dari 45% dari total jarak balapan. Pendekatan alternatif akan sekadar mewajibkan dua kali pit stop tanpa menentukan pilihan ban, sementara opsi ketiga akan menghapus persyaratan saat ini untuk menggunakan setidaknya dua kompon berbeda.
Penggemar F1 Dukung 2 Kali Pit Stop Wajib
F1 telah bereksperimen dengan persyaratan pit stop wajib. Grand Prix Monako 2025 dioperasikan dengan aturan dua kali pit stop menyusul edisi 2024 di mana hampir setiap pembalap mengganti ban di bawah bendera merah pada Lap 1. Regulasi khusus Monako tersebut akan terus berlanjut pada 2026.
Grand Prix Qatar pada 2023 juga memberikan gambaran ketika kekhawatiran keselamatan menyebabkan pembatasan panjang stint maksimum, yang secara efektif memaksa strategi tiga kali pit stop dan memungkinkan pembalap untuk mendorong dengan kecepatan penuh tanpa kendala manajemen ban.
Para pendukung berpendapat bahwa aturan dua kali pit stop wajib akan mengembalikan pertarungan strategis yang pernah menjadi ciri khas F1, membuat balapan lebih tidak terduga dan menarik. Namun, para kritikus memperingatkan bahwa regulasi semacam itu bisa terasa artifisial, mewakili solusi yang dipaksakan terhadap apa yang seharusnya menjadi pilihan strategis organik. Diskusi Komisi Formula 1 pada akhirnya akan menentukan apakah perubahan fundamental ini menjadi kenyataan untuk musim 2026.