JAKARTA – Kemenangan Como 1907 atas Pisa di pekan ke-30 Liga Italia 2025/2026 menjadi momen sarat emosi setelah pelatih Cesc Fabregas mempersembahkan hasil gemilang tersebut untuk mendiang pengusaha sekaligus pemilik klub, Michael Bambang Hartono.
Como tampil luar biasa dengan menghancurkan Pisa 5-0 di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Minggu, sekaligus mengirim pesan kuat bahwa duka tidak mematahkan semangat tim.
“Hari ini adalah kemenangan yang sangat penting. Kami kehilangan orang yang sangat penting di klub, tetapi kami di sini berkat orang-orang yang percaya pada klub, pada kota ini,” kata Fabregas dalam komentar pascalaga yang dikutip melalui DAZN.
“Kami tidak boleh melupakannya. Ini harus dikenang dengan penuh kasih sayang, kemenangan untuk Michael dan seluruh keluarga Hartono,” ujar dia menambahkan.
Laga ini terasa berbeda bagi seluruh elemen tim karena berlangsung hanya beberapa hari setelah wafatnya sosok sentral di balik kebangkitan klub tersebut.
Fabregas mengakui para pemain tampil dengan motivasi ekstra sejak awal laga, terutama saat mencetak dua gol pertama yang membuka jalan menuju kemenangan telak.
Konsistensi permainan dan kecerdasan taktik membuat Como mampu menjaga dominasi hingga peluit akhir tanpa memberi ruang bagi Pisa untuk berkembang.
“Saya mau menyampaikan duka cita untuk keluarga Hartono atas apa yang sudah mereka berikan kepada kota dan klub kami,” ujarnya.
Sebelum pertandingan dimulai, suasana haru menyelimuti stadion saat seluruh penonton dan pemain mengheningkan cipta selama satu menit sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Bambang Hartono yang meninggal dunia di Singapura.
Perjalanan Como sendiri menjadi kisah kebangkitan yang luar biasa sejak diambil alih oleh grup Djarum melalui SENT Entertainment dengan nilai sekitar 800 ribu euro atau setara Rp12,5 miliar.
Dari klub yang sempat terpuruk di kasta keempat sepak bola Italia, Como menjelma menjadi kekuatan baru dengan menembus Serie A hanya dalam lima tahun.
Prestasi mereka ditandai dengan gelar Serie C pada 2021 dan berakhirnya penantian panjang selama 21 tahun untuk kembali ke kasta tertinggi.
Kini, di bawah sentuhan Fabregas, Como berkembang menjadi tim kompetitif yang dihuni banyak talenta muda potensial.
Performa impresif musim ini bahkan membuka peluang bagi mereka untuk menembus zona Liga Champions, sesuatu yang dulu terasa mustahil.
“Suasananya sangat bagus, orang-orang bahagia, dan kita semua menginginkan lebih, tetapi mereka menikmati perjalanannya. Enam atau tujuh tahun lalu kami adalah tim di Serie D, sekarang mereka membuat kemajuan. Sulit untuk tidak jatuh cinta dengan para pemain muda ini,” kata Fabregas.
“Kami mencapai apa yang telah kami tetapkan dua tahun lalu. Kami tahu ke mana kami ingin pergi dan bagaimana kami ingin melakukannya, itu sangat penting bagi saya,” ujar dia melengkapi.***