JAKARTA – Rencana FIFA menjual sebagian saham turnamen besar, termasuk Piala Dunia, memasuki fase krusial. Presiden FIFA, Gianni Infantino mengirim pesan tegas kepada 211 anggota federasi melalui proposal pemebntukan FIFA Forward Enterprise (FFE).
Entitas baru ini dirancang untuk mengelola aspek komersial turnamen FIFA dengan membuka kepemilikan saham minoritas bagi investor swasta. Langkah tersebut diklaim mampu menghasilkan dana segar hingga USD4,2 miliar.
Infantino memberi tenggat hingga 19 September 2026 bagi setiap federasi untuk menentukan sikap. “Pendanaan ini hanya tersedia bagi asosiasi anggota yang memilih berpartisipasi. Keputusan harus disampaikan sebelum 19 September 2026 agar dana dapat mulai disalurkan pada 1 Januari 2027,” tulis Infantino dalam suratnya, dilansir Reuters, Kamis (30/7/2026).
Namun, rencana itu menuai kritik. Sejumlah pihak menilai masuknya investor berpotensi membuat Piala Dunia semakin berorientasi pada keuntungan. Infantino membantah tudingan tersebut. “Tujuan FFE hanya satu, yakni menciptakan nilai sebesar mungkin bagi seluruh anggota FIFA,” tegasnya.
Kini, nasib proyek ambisius itu bergantung pada dukungan mayoritas anggota. Jika tidak tercapai, rencana bisnis yang digadang-gadang sebagai sumber pendapatan baru FIFA terancam gagal diwujudkan.



