JAKARTA – Liverpool melanjutkan tren positif pada tur pramusim di Amerika Serikat setelah menundukkan Wrexham dengan skor tipis 1-0 di Yankee Stadium, New York.
Gol semata wayang The Reds dicetak wonderkid berusia 17 tahun, Rio Ngumoha, yang tampil impresif setelah masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua.
Gol tersebut lahir pada menit ke-75 ketika tembakan Ngumoha berubah arah usai mengenai bek Wrexham, Lewis Brunt, sehingga mengecoh kiper lawan.
Pemain muda itu dimainkan di sektor sayap kanan, posisi yang kini menjadi perhatian Liverpool setelah Mohamed Salah meninggalkan klub pada akhir musim lalu.
Mengutip laporan The Independent, Kamis, penampilan gemilang Ngumoha langsung memunculkan pertanyaan mengenai langkah Liverpool di bursa transfer musim panas.
Sebelumnya, Liverpool terus dikaitkan dengan winger Paris Saint-Germain, Bradley Barcola, yang disebut menjadi target utama untuk memperkuat lini serang.
Sejumlah laporan menyebut Liverpool sedang menyiapkan tawaran pembuka untuk merekrut pemain timnas Prancis tersebut.
Nilai transfer Barcola diperkirakan mencapai sekitar 100 juta euro atau sekitar Rp1,92 triliun dengan kurs terkini sekitar Rp19.200 per euro.
Namun, performa menjanjikan Ngumoha berpotensi membuat manajemen Liverpool mempertimbangkan ulang kebutuhan menggelontorkan dana sebesar itu.
Klub juga diyakini tidak ingin menghambat perkembangan Ngumoha yang mulai menunjukkan kapasitasnya bersaing di level tim utama.
Ngumoha mengaku ingin memanfaatkan setiap kesempatan agar bisa mendapat kepercayaan lebih besar dari pelatih.
“Sejak akhir musim lalu, saya hanya ingin bermain dan menjadi starter sebanyak mungkin,” kata Ngumoha.
“Pertandingan seperti ini menjadi ajang yang sangat baik untuk menunjukkan kemampuan kepada pelatih karena semuanya memulai dari awal, sehingga momen ini sangat penting dan menyenangkan,” lanjutnya.
Kemenangan atas Wrexham sekaligus memperpanjang catatan sempurna Liverpool pada pramusim setelah sebelumnya menaklukkan Sunderland dengan skor 4-2.
Pelatih Andoni Iraola menilai penampilan timnya kali ini lebih solid dibanding pertandingan sebelumnya.
“Secara keseluruhan kami bermain lebih kokoh dibanding beberapa hari lalu karena pertandingan kali ini memiliki karakter berbeda dengan lapangan yang sempit dan ruang bermain yang terbatas,” ujar Iraola.
Ia menilai Liverpool tetap mampu menciptakan beberapa periode permainan yang berkualitas sepanjang pertandingan.
“Mungkin sebelumnya kami mencetak lebih banyak gol sehingga terlihat lebih menarik, tetapi kali ini kami tampil lebih sebagai sebuah tim dan bermain lebih kolektif,” katanya.
Iraola mengakui timnya masih dalam proses membangun identitas permainan yang diinginkannya.
“Kami memang belum berada di level yang diharapkan karena terkadang masih terlambat dalam beberapa situasi, tetapi saya melihat adanya kemajuan terutama dibanding babak pertama saat menghadapi Sunderland,” ucapnya.
Pelatih asal Spanyol itu optimistis performa Liverpool akan terus meningkat seiring bergabungnya lebih banyak pemain senior ke dalam skuad.
“Saya berharap kami semakin berkembang di setiap pertandingan karena pemain senior mulai kembali berlatih bersama sehingga kami bisa menyambut awal musim dalam kondisi terbaik,” tuturnya.
Liverpool akan menutup rangkaian tur pramusim di Amerika Serikat dengan menghadapi Leeds United di Soldier Field, Chicago, pada 2 Agustus.***



