Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, menegaskan bahwa beban psikologis bertanding di hadapan publik sendiri pada GP San Marino sama sekali bukan penyebab kecelakaan fatal yang dialaminya saat memimpin balapan di Sirkuit Misano, Minggu (13/9/2026).
Mengawali balapan dari pole position usai mencetak rekor lap baru saat sesi kualifikasi, Bezzecchi sempat melesat memimpin di awal lomba. Namun, bencana menghampiri saat ia kehilangan kendali ban depan dan terjatuh di Tikungan 13 pada lap pembuka.
Insiden ini berampak buruk pada perburuan gelar juaranya, membuat posisi Bezzecchi melorot ke peringkat ketiga klasemen dengan selisih 33 poin dari Marc Marquez yang keluar sebagai pemenang.
“Semuanya sebenarnya berjalan baik, tetapi saya membuat kesalahan di Tikungan 13 hingga kehilangan cengkeraman ban depan (lost the front),” ujar Bezzecchi kepada awak media usai balapan.
Saat ditanya apakah ada tekanan ekstra untuk menang di kandang sendiri, Bezzecchi menjawab lugas: “Tidak. Ketika Anda mengawali balapan dari posisi pertama, Anda tentu ingin menang. Tidak peduli apakah itu di Misano atau di sirkuit lain.”
Analisis Teknis Kecelakaan dan Faktor Tangki Bahan Bakar
Bezzecchi menjelaskan secara rinci dinamika teknis sebelum motor Aprilia RS-GP26 miliknya terseret ke luar lintasan. Ia mengalami sedikit guncangan (shake) saat melibas rangkaian tikungan cepat ke arah kanan yang mengarah ke Tikungan 13, sehingga motornya bergeser dari garis balap (racing line) yang ideal saat memasuki area pengereman.
“Saat tangki bahan bakar masih penuh, Anda harus mengelola titik pengereman dengan jauh lebih hati-hati. Motor saya sempat bergoyang di bagian lintasan yang cepat, sehingga ketika melakukan pengereman, garis masuk tikungan tidak tertutup secara sempurna. Sayangnya, ban depan langsung lepas,” jelasnya.
Kegagalan finis (DNF) di Misano ini menjadi catatannya yang kelima musim ini—sekaligus kelima kalinya dalam tujuh seri terakhir. Meski begitu, pembalap asal Italia tersebut bersyukur seri berikutnya di GP Austria akan berlangsung dalam kurun waktu beberapa hari ke depan, memungkinkannya untuk segera bangkit (reset).
“Ini situasi yang berat, tetapi kami tidak bisa memutar balik waktu. Kami akan pergi ke Austria dalam waktu dekat, mencoba melakukan penyesuaian ulang, berlatih di gym, dan siap tampil maksimal di Spielberg,” tambahnya.
Kecelakaan ini terjadi hanya beberapa pekan setelah Bezzecchi mengalami cedera dalam insiden di GP Jerman. Namun, ia mengonfirmasi tidak ada indikasi cedera lama yang kambuh akibat terjatuh di Misano.
“Kondisi fisik terasa aman, meski adrenalin saat ini masih tinggi. Nanti malam atau besok pagi mungkin baru terasa efeknya, tetapi ini bukan benturan yang terlalu besar,” tutup Bezzecchi.