Kurang dari sebulan setelah menerima Hadiah Perdamaian FIFA, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru memerintahkan operasi militer besar-besaran ke Venezuela. Operasi tersebut berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, dan langsung memicu gelombang kritik terhadap keputusan FIFA yang sebelumnya memberikan penghargaan perdamaian kepada Trump.
Amerika Serikat menjalankan Operasi Absolute Resolve pada dini hari 3 Januari. Dalam operasi ini, lebih dari 150 pesawat tempur dikerahkan untuk menyerang sejumlah target di dalam dan sekitar Caracas.
Pasukan operasi khusus kemudian menangkap Maduro beserta istrinya di kompleks kediaman mereka sekitar pukul 02.01 waktu setempat. Beberapa jam kemudian, Trump mengumumkan bahwa Maduro telah “ditangkap dan dibawa keluar dari negara tersebut”.
Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih pengelolaan Venezuela sementara waktu hingga terjadi “transisi kekuasaan yang aman, layak, dan bijaksana”.
Langkah militer ini menuai kecaman luas karena bertolak belakang dengan penghargaan yang diterima Trump pada 5 Desember lalu, saat acara pengundian Piala Dunia 2026 di Washington, D.C. Kala itu, Presiden FIFA Gianni Infantino secara langsung menyerahkan trofi emas, medali, dan sertifikat kepada Trump.
Dalam sambutannya, Infantino menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk pengakuan atas “tindakan luar biasa dan istimewa dalam mempromosikan perdamaian dan persatuan di seluruh dunia”.
Sejak operasi militer di Venezuela, kritik terhadap keputusan FIFA terus menguat. Sejumlah jurnalis dan pengamat menilai tindakan Trump setelah menerima penghargaan justru menunjukkan eskalasi konflik bersenjata, bukan upaya perdamaian. Seruan agar Hadiah Perdamaian FIFA dicabut pun kembali mengemuka.
Organisasi hak asasi manusia FairSquare bahkan telah mengajukan pengaduan resmi ke komite etik FIFA. Mereka menilai pemberian penghargaan kepada seorang kepala negara yang masih aktif menjabat merupakan pelanggaran prinsip netralitas politik FIFA.
Hingga kini, FIFA belum memberikan pernyataan resmi terkait kritik tersebut maupun kemungkinan peninjauan ulang penghargaan. Meski sempat beredar video buatan AI yang seolah menunjukkan pencabutan medali Trump, FIFA menegaskan belum ada keputusan apa pun mengenai status Hadiah Perdamaian tersebut.
Sebagai catatan, Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.