Kabar mengenai kepindahan mengejutkan Jonathan Wheatley dari Audi ke Aston Martin langsung dibantah oleh kedua tim. Namun, alih-alih meredup, momentum cerita ini justru semakin kuat pada Kamis sore. Beberapa sumber tingkat tinggi di paddock F1 meyakini kesepakatan ini akan terjadi, meski orang dalam dari kedua kubu bersikeras tidak tahu apa-apa.
Aston Martin dengan tegas menepis kabar tersebut. Kepada Crash.net, mereka menyatakan, “Tim tidak akan menanggapi spekulasi media mengenai kepemimpinan senior. Adrian Newey tetap memimpin tim sebagai Team Principal sekaligus Managing Technical Partner.”
Audi pun senada, menyatakan bahwa mereka menyadari adanya laporan media namun tidak memiliki pembaruan resmi. “Kami tidak mengomentari spekulasi,” tulis pernyataan resmi Audi.
Salah satu skenario yang mungkin terjadi adalah Aston Martin telah melakukan pembicaraan awal dengan Wheatley, namun informasi tersebut bocor ke publik sebelum keputusan final diambil. Hal ini sebenarnya lumrah di pasar bos tim, sama seperti bursa transfer pembalap. Sebelumnya, Flavio Briatore dari Alpine juga dikabarkan sempat melirik Wheatley sebelum akhirnya memilih Steve Nielsen.
Alasan Wheatley “Pulang” ke Inggris
Secara logika, Wheatley hampir tidak punya alasan untuk meninggalkan Audi setelah baru satu tahun menjabat. Ia baru mulai bekerja di tim yang berbasis di Swiss tersebut pada 1 April tahun lalu dan telah menunjukkan progres yang solid bersama Mattia Binotto.
Namun, ada dua faktor magnet yang sulit ditolak:
- Reuni dengan Newey: Kesempatan bekerja kembali dengan rekan lamanya di Red Bull, Adrian Newey.
- Home Base: Peluang untuk kembali bekerja di markas yang berbasis di Inggris.
Meringankan Beban Sang Jenius
Jika kepindahan ini terjadi, Wheatley kemungkinan besar akan mengambil alih tanggung jawab operasional tim yang saat ini dipegang Newey. Di tengah keterpurukan Aston Martin awal musim ini, menambah sosok senior untuk mengurus manajemen masuk akal agar Newey bisa fokus sepenuhnya pada tugas aslinya: merancang mobil yang kompetitif.
Meskipun Newey sempat meremehkan anggapan bahwa dirinya terlalu kewalahan dengan peran ganda, tekanan hasil nol poin di dua balapan pertama 2026 bisa saja mengubah peta kekuatan di internal Aston Martin.



