Sebuah unggahan status WhatsApp yang awalnya mungkin dianggap gurauan internal, berubah menjadi petaka bagi Dyah Fatmi Asih. Pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Tlahab Lor, Purbalingga ini resmi diberhentikan setelah unggahannya viral dan memicu kemarahan publik.
Masalah bermula saat Dyah mengunggah foto bersama rekan kerjanya yang sedang melakukan peregangan. Namun, caption yang ia tulis dianggap sangat tidak pantas: “Peregangan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur, ehhh.”
Tangkapan layar tulisan tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, bahkan sempat muncul dalam format konten editan AI yang memperluas jangkauan isu ini. Warganet menilai sebutan “rakyat jelata” dan sindiran “kurang bersyukur” sangat merendahkan masyarakat penerima manfaat program negara.
Sanksi Tegas Tanpa Kompromi
Koordinator SPPG Kabupaten Purbalingga, Mei Sandra, mengonfirmasi bahwa pihak pengelola bersama Yayasan Samingah Mendidik Indonesia telah mengambil langkah drastis. Dyah Fatmi Asih langsung dijatuhi sanksi pemberhentian sebagai bentuk pertanggungjawaban atas etikanya.
“Kami telah melakukan evaluasi total. Yang bersangkutan juga sudah membuat video klarifikasi dan permohonan maaf,” ujar Mei, Selasa (17/3/2026).
Mei juga memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran SPPG agar lebih berhati-hati dalam bermedia sosial. Ia menekankan bahwa setiap orang yang bekerja di bawah naungan program publik harus menjaga marwah institusi dan perasaan masyarakat.
Penyesalan yang Terlambat
Dalam video klarifikasinya, Dyah mengakui kesalahannya dan menegaskan bahwa ucapannya adalah kesalahan pribadi yang tidak mewakili dapur MBG atau pihak pengelola lainnya.
“Saya menyadari bahwa ucapan tersebut tidak pantas dan menyinggung perasaan. Saya memohon maaf dengan setulus hati dan siap menerima sanksi apa pun,” ungkapnya penuh penyesalan.
Kini, di saat dapur SPPG berhenti beroperasi sementara untuk libur Lebaran dan baru akan aktif kembali pada 31 Maret mendatang, Dyah justru harus merayakan Idulfitri dengan status baru: tanpa pekerjaan.