JAKARTA – Sehari setelah dua gempa bumi dahsyat menewaskan sedikitnya 235 orang dan melukai labih dari 1.500 orang di Venezuela, tawaran bantuan, penyelamatan, dan belasungkawa terus berdatanga dari berbagai negara.
Presiden sementara Delcy Rodriguez menyampaikan bahwa tim penyelamat bersertifikasi PBB akan membantu mencari korban selamat. Türkiye mengirim 67 personel pencarian dan penyelamatan lengkap dengan tenaga medis, anjing pelacak, serta kendaraan khusus. Spanyol dan Prancis mengerahkan puluhan spesialis, Jerman menjanjikan enam pesawat angkut militer, sementara Swiss mengirim 80 personel, delapan anjing penyelamat, dan 18 ton peralatan. Belanda menyalurkan bantuan senilai dua juta euro, dan Republik Ceko menyiapkan tim untuk terbang ke lokasi.
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) menyalurkan dana 2,5 juta dolar AS, sementara Vatikan mengumumkan bantuan darurat awal sebesar 100.000 euro. Amerika Serikat mengerahkan kapal perang, pesawat angkut, helikopter, serta bantuan senilai 150 juta dolar AS. “Kami akan selalu ada untuk teman-teman baru dan hebat kami,” kata Presiden AS, Donald Trump, dilansir Hurriyet Daily News, Jumat (26/6/2026).
China, Iran, Brasil, Meksiko, El Salvador, Kuba, Chili, Kolombia, Argentina, Kosta Rika, Uruguay, Ekuador, dan Republik Dominika juga menyatakan kesiapan mengirim bantuan. Jepang menyampaikan belasungkawa meski negaranya sendiri diguncang gempa 7,2 magnitudo sehari sebelumnya.
Dukungan serupa datang dari sejumlah pemimpin Eropa, termasuk Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, pemimpin Italia Giorgia Meloni, dan Friedrich Merz dari Jerman. Prancis menegaskan solidaritasnya, sementara kedutaan besar di Caracas turut terdampak. Ukraina dan Rusia, meski tengah berperang, juga menyampaikan belasungkawa. Uni Eropa mengaktifkan sistem pengawasan satelit untuk mendukung operasi bantuan.
Gelombang solidaritas global ini menegaskan besarnya kepedulian dunia terhadap tragedi kemanusiaan yang menimpa Venezuela.