JAKARTA – Gempa Bumi berkekuatan 7,1 magnitido mengguncang kawasan kaki bukit utara Himalaya, dekat salah satu kota suci di Tibet, pada Selasa (7/1) waktu setempat. Gempa ini menyebabkan puluhan orang tewas dan merusak sejumlah bangunan di negara-negara tetangga seperti Nepal, Bhutan, dan India.
Dilansir dari Reuters, Pusat Jaringan Gempa Bumi China melaporkan bahwa gempa terjadi pada pukul 09.05 waktu setempat, dengan episentrum di Tingri, sebuah wilayah perdesaan yang dikenal sebagai gerbang utara menuju Gunng Everest pada kedalaman 10 kilometer. Stasiun televisi nasional CCTV menyebutkan, puluhan orang tewas di wilayah Tibet akibat bencana tersebut dan dilaporkan korban terus bertambah.
Gempa tersebut dirasakan di wilayah Shigatse, yang dihuni oleh sekitar 800.000 orang dan merupakan tempat tinggal tradisional Panchen Lama, tokoh penting agama Buddha di Tibet. Desa-desa di sekitar Tingri melaporkan guncangan yang kuat disertai dengan gempa susulan yang memiliki kekuatan hingga 7,1 magnitido.
Di Kota Lhatse, dampak gempa terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial, memperlihatkan puing-puing berhamburan di jalanan setelah bagian depan sebuha toko hancur. Reuters kemudian mengonfirmasi lokasi tersebut berdasarkan citra satelit, mencocokkannya dengan tampilan jalan, jendela, dan rambu-rambu di sekitar area tersebut.
Gempa 7,1 magnitudo termasuk kategori kuat dan berpotensi menyebabkan kerusakan besar. Menanggapi bencana ini, kantor berita pemerintah China, Xinhua, melaporkan bahwa pejabat setempat segera berkoordinasi dengan kota-kota terdekat untuk mengevaluasi kerusakan dan mencari korban.
Gempa juga terasa di ibu kota Nepal, Kathmandu, yang terletak sekitar 400 kilometer dari lokasi gempa. Warga di Kathmandu berlarian keluar rumah saat guncangan terjadi. “Kami merasakan gempa bumi yang sangat kuat. Namun, sejauh ini kami belum menerima laporan tentang cedera atau korban jiwa,” kata Anoj Raj Ghimire, kepala distrik Solukhumbu di Nepal, yang terletak di kaki Gunung Everest. Ia menambahkan, pihak berwenang telah menerjunkan polisi dan pasukan keamanan untuk memantau situasi dan mengumpulkan informasi mengenai kerusakan.
Selain Nepal, gempa juga terasa di Thimphu, Ibu Kota Bhutan, dan di negara bagian Bihar, India yang berbatasan langsung dengan Nepal. Meskipun demikian, pemerintah India menyatakan bahwa belum ada laporan mengenai kerusakan atau korban di wilayah mereka.