JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mencatat gempa real-time yang menunjukkan adanya guncangan signifikan di wilayah Tonga Islands pada Senin (23/3/2026).
Gempa dengan kekuatan magnitudo 5,8 tersebut tercatat terjadi pada pukul 13:02:52 WIB dengan pusat gempa berada di koordinat 15,95 LS dan 173,65 BB serta memiliki kedalaman relatif dangkal, yakni 10 kilometer.
Data pemutakhiran BMKG menunjukkan bahwa gempa ini mengalami sejumlah pembaruan parameter dalam hitungan menit setelah kejadian awal, dengan magnitudo sempat terdeteksi berada di kisaran 5,76 hingga 5,84 sebelum akhirnya terkonfirmasi pada angka 5,8.
Rangkaian pembaruan tersebut memperlihatkan aktivitas seismik yang cukup dinamis di lokasi yang sama, dengan titik episentrum bergeser tipis dari koordinat awal namun tetap berada di kawasan yang identik.
Dalam catatan teknis, gempa ini juga dianalisis menggunakan metode moment tensor yang menunjukkan karakteristik pergerakan lempeng dengan kombinasi mekanisme sesar miring dan geser.
Hasil analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa gaya utama gempa memiliki orientasi tertentu dengan parameter strike, dip, dan rake yang mengindikasikan kompleksitas pergerakan tektonik di dasar laut kawasan tersebut.
BMKG juga mencatat bahwa gempa ini melibatkan data dari puluhan stasiun pengamatan yang memperkuat akurasi hasil analisis, termasuk nilai skala momen sebesar 10 pangkat 17 Newton meter.
Fenomena gempa ini tidak berdiri sendiri karena sebelumnya wilayah yang sama telah diguncang gempa lebih besar berkekuatan magnitudo 6,1 pada Minggu (22/3/2026) siang.
Kondisi tersebut menandakan adanya aktivitas lanjutan atau aftershock yang masih berlangsung di zona subduksi sekitar Tonga yang dikenal aktif secara tektonik.
Meski berkekuatan sedang, gempa dengan kedalaman dangkal seperti ini tetap berpotensi dirasakan di wilayah sekitar pusat gempa, terutama jika terjadi secara beruntun.
Hingga laporan ini disusun, status gempa telah terkonfirmasi dan tidak dilaporkan adanya potensi tsunami maupun dampak signifikan terhadap wilayah permukiman.
BMKG terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta mengikuti informasi resmi dari lembaga terkait guna menghindari hoaks.***