PANDEGLANG — Gempa bumi tektonik Magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Pandeglang, Banten, Sabtu (22/8/2026) dini hari.
Guncangan tercatat pada pukul 00.41.43 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 182 kilometer barat daya Sumur, Pandeglang.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan hasil analisis parameter dan pemodelan yang dilakukan.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyebut gempa memiliki kedalaman 10 kilometer sehingga dikategorikan sebagai gempa dangkal.
“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,73 derajat Lintang Selatan dan 104,33 derajat Bujur Timur. Lokasinya berada di laut, sekitar 182 kilometer arah barat daya Sumur, Pandeglang, Banten,” kata Wijayanto dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Sabtu 22 Agustus 2026.
Dari sisi tektonik, gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas zona subduksi di wilayah selatan Banten dan sekitarnya.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” ujar Wijayanto.
Mekanisme thrust fault menunjukkan adanya pergerakan naik pada bidang patahan yang menjadi sumber terjadinya gempa.
Getaran gempa dilaporkan terasa di sejumlah kawasan Kabupaten Pandeglang berdasarkan pemodelan tingkat guncangan atau shakemap BMKG.
Wilayah Cimanggu, Sumur, dan Cibitung tercatat mengalami intensitas III Modified Mercalli Intensity atau III MMI.
Pada skala III MMI, getaran umumnya terasa cukup jelas di dalam bangunan dan dapat menyerupai sensasi ketika kendaraan berat melintas.
BMKG memastikan hasil pemodelan tsunami menunjukkan gempa Pandeglang tersebut tidak memenuhi kondisi yang berpotensi memicu tsunami.
“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Wijayanto.
Sampai pemantauan pukul 01.00 WIB, BMKG belum mendeteksi gempa susulan setelah gempa utama Magnitudo 5,8 tersebut.
Meski demikian, aktivitas kegempaan tetap dipantau untuk mengetahui kemungkinan perkembangan setelah gempa utama terjadi.
BMKG meminta masyarakat tidak panik serta mengutamakan informasi dari kanal resmi yang telah terverifikasi.
Warga juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retakan untuk menghindari risiko jika terjadi guncangan berikutnya.
Masyarakat diimbau tidak mempercayai maupun menyebarkan kabar mengenai gempa yang belum memiliki sumber resmi dan dapat menimbulkan keresahan.
Kondisi Terkini Gempa Pandeglang
Gempa M5,8 terjadi pada Sabtu dini hari dan berpusat di laut sebelah barat daya Pandeglang.
BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami dan hingga pukul 01.00 WIB belum mencatat adanya gempa susulan.
Pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan perkembangan aktivitas seismik setelah gempa utama.
Gempa M5,8 Pandeglang merupakan gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas subduksi dengan mekanisme thrust fault.
Meskipun terasa di beberapa wilayah Pandeglang, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.***





