JAKARTA – Guncangan gempa Bangladesh Magnitudo 5,7 pada Jumat (21/11/2025) malam langsung memicu langkah cepat Kemlu RI untuk memastikan seluruh warga negara Indonesia yang berada di negara tersebut berada dalam kondisi aman.
Pusat gempa berada di kawasan Ghorashal, distrik Narsingdi, yang berjarak sekitar 25 hingga 33 kilometer dari Dhaka dengan kedalaman 10 kilometer menurut laporan awal otoritas setempat.
Sejumlah guncangan susulan dengan skala kecil tercatat kembali terjadi pada Sabtu pagi dan sore di sekitar titik pusat gempa tanpa laporan korban atau kerusakan siginifikan.
Gempa susulan pertama tercatat pada pukul 10.36 waktu setempat yang berlokasi tidak jauh dari episentrum awal menurut data pemantauan regional.
Guncangan kedua terdeteksi pada pukul 18.10 yang kali ini berada lebih dekat dengan area pusat Dhaka namun tetap tidak menimbulkan bahaya tambahan bagi masyarakat.
Kemlu RI melalui pernyataan resmi pada Sabtu menyebutkan bahwa “hingga saat ini seluruh WNI yang berada di Bangladesh selamat dan dalam kondisi aman” tanpa perubahan atas isi kutipan tersebut.
Dalam laporan yang sama disebutkan bahwa terdapat satu rumah milik WNI yang mengalami keretakan ringan akibat getaran gempa.
KBRI Dhaka mengonfirmasi bahwa gedung perwakilan Republik Indonesia tidak mengalami gangguan struktural dan tetap beroperasi normal pascaguncangan.
Pemerintah Bangladesh langsung mengaktifkan prosedur penyelamatan darurat dan mulai melakukan penilaian kondisi di wilayah terdampak.
KBRI Dhaka bergerak cepat dengan mengaktifkan komunikasi melalui grup WhatsApp guna mendata kondisi seluruh WNI secara real-time.
Selain itu, hotline darurat +880161444452 dibuka agar WNI dapat memberikan laporan langsung jika membutuhkan bantuan atau terjadi perkembangan baru.
Tim KBRI juga memastikan pemantauan terus dilakukan karena potensi gempa susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Laporan dari Qatar News Agency menyebutkan bahwa gempa tersebut mengakibatkan sedikitnya 10 korban jiwa dan puluhan orang terluka pada hari kejadian.
USGS menjelaskan bahwa wilayah utara dan tenggara Bangladesh termasuk kawasan aktif secara seismik akibat interaksi lempeng India dan Eurasia, sementara kawasan tengah tempat gempa terjadi biasanya relatif tenang menurut laporan AP News.***