WASHINGTON, AS – Hakim Royce C. Lamberth memerintahkan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk segera menghidupkan kembali seluruh kegiatan penyiaran Voice of America (VOA) yang sempat lumpuh hampir setahun lalu. Ratusan karyawan yang selama ini terpaksa cuti administratif pun harus kembali bertugas.
Hakim Lamberth memberikan tenggat waktu hanya satu minggu kepada Badan Media Global Amerika Serikat (USAGM) untuk menyusun rencana pemulihan siaran lengkap VOA. Sejak perintah eksekutif Presiden Trump diterbitkan, lembaga tersebut bertahan dengan staf minimal, sehingga program siarannya sangat terbatas.
Dalam vonis Selasa, hakim menyatakan Kari Lake – yang ditunjuk Trump memimpin USAGM – tidak memiliki kewenangan hukum karena belum mendapatkan konfirmasi Senat. Putusan itu sekaligus membatalkan kebijakan pemerintahan yang meminggirkan 1.042 dari total 1.147 karyawan VOA dan memangkas operasi hanya pada “tingkat minimum statutori” sesuai mandat Kongres.
Hakim Lamberth menilai langkah tersebut “sewenang-wenang dan tidak masuk akal”. Ia menegaskan pemerintah tidak mempertimbangkan ketentuan undang-undang federal yang mengatur wilayah dan bahasa mana saja yang wajib dilayani VOA.
“Para terdakwa tidak memberikan dasar yang mendekati prinsip untuk keputusan mereka,” tulis Lamberth.
CBS News telah mengirimkan permintaan komentar kepada USAGM dan VOA, namun hingga berita ini dirilis belum ada tanggapan.
Sebelumnya, pada 7 Maret, Kari Lake langsung mengecam putusan hakim dan menyatakan akan mengajukan banding. Namun situasi berubah. Presiden Trump kini mencalonkan Sarah Rogers, Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Diplomasi Publik, sebagai pemimpin baru USAGM. Nama Rogers masih menunggu persetujuan Senat – langkah yang tidak dilakukan saat Kari Lake ditunjuk.
Salah satu penggugat utama dalam gugatan ini, Patsy Widakuswara, Kepala Biro Gedung Putih Voice of America, menyambut putusan dengan penuh syukur.
Putusan ini menjadi sorotan utama karena menegaskan kembali independensi lembaga penyiaran publik AS di tengah dinamika politik Washington. Pemulihan VOA diharapkan segera membuka kembali akses informasi ke berbagai wilayah dan bahasa yang selama ini terabaikan.