JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI dari Partai Gerindra, Mulan Jameela, mengkritik tingginya harga minyak goreng Minyakita yang ada di pasaran. Ia menyoroti ketidaksesuaian antara harga eceran yang ditetapkan pemerintah dan harga jual di lapangan.
Berdasarkan data yang ada, Bulog memperoleh pasokan Minyakita dari produsen dengan harga Rp 13.500 per liter dan mendistribusikannya ke pengecer dengan harga Rp 14.500 per liter.
Namun, harga yang ditetapkan untuk konsumen mencapai Rp 15.700, sementara harga di pasaran bahkan bisa mencapai Rp 17.200 per liter.
Politisi Partai Gerindra itu mempertanyakan sikap Kementerian Perdagangan (Kemendag) terkait situasi ini. Tidak hanya Minyakita, Mulan juga menyinggung soal lonjakan harga bahan pokok lainnya. Misalnya, harga cabai rawit yang dilaporkan Rp 81.700 per kilogram, namun kenyataannya bisa mencapai Rp 120.000 per kilogram.
Kemudian harga bawang putih dan bawang merah juga mengalami lonjakan yang signifikan. Mulan mencurigai bahwa lonjakan harga ini dipengaruhi oleh situasi puasa dan Lebaran, yang sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.
Mulan juga menceritakan pengalaman masyarakat di daerah pemilihannya, di mana banyak istri yang mengeluh karena uang belanja yang diberikan oleh suami tidak cukup untuk membeli bahan pangan.
Hal senada yang diungkapkan Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP, Sadarestu turut mengkritik kenaikan harga pangan menjelang Ramadhan dan Lebaran yang sudah menjadi hal biasa setiap tahun.
Ia berharap pemerintah dapat menemukan solusi konkret agar lonjakan harga tersebut tidak terus berulang.
Menurutnya, pemerintah harusnya dapat mengantisipasi masalah ini, dengan kebijakan yang berpihak pada rakyat.