JAKARTA – Hari Keluarga Nasional (Harganas) menjadi momen spesial untuk merayakan kekuatan keluarga sebagai fondasi kemajuan bangsa. Dengan tema *Selamat Hari Keluarga, Dari Keluarga untuk Indonesia Maju*, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mengajak seluruh keluarga Indonesia mempererat ikatan dan bersama-sama mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Keluarga Fondasi Kekuatan Bangsa
Keluarga bukan sekadar tempat pulang, tetapi juga sumber energi untuk berjuang demi masa depan yang lebih baik. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan keluarga dengan mentransformasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjadi Kemendukbangga/BKKBN. Langkah ini mencerminkan betapa pentingnya keluarga sebagai pilar utama pembangunan bangsa.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, dalam sebuah kesempatan, mengatakan bahwa ketahanan keluarga menjadi kunci menciptakan generasi emas. Untuk mewujudkannya, Kemendukbangga/BKKBN meluncurkan 5 Quick Wins:
- GENTING: Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.
- TAMASYA: Taman Asuh Sayang Anak.
- GATI: Gerakan Ayah Teladan Indonesia.
- SIDAYA: Lansia Berdaya.
- Super Apps Keluarga Indonesia: Platform digital untuk mendukung keluarga mandiri dan bahagia.
Sejarah Harganas: Perjuangan dan Pulang ke Keluarga
Hari Keluarga Nasional diperingati setiap 29 Juni, mengacu pada momen bersejarah pasca-penyerahan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada 22 Juni 1949. Seminggu setelahnya, para pejuang kembali ke pelukan keluarga mereka, menandai pentingnya keluarga sebagai tempat pulang setelah perjuangan.
Menteri Wihaji menambahkan bahwa ini adalah peristiwa penting di mana para pejuang yang telah mendedikasikan dirinya untuk kemerdekaan juga semuanya kembali ke keluarga. Hari ini, keluarga tetap menjadi sumber inspirasi dan kekuatan. Dari keluarga, lahir semangat untuk menghadapi tantangan dan membangun masa depan yang lebih baik.
Menuju Indonesia Emas 2045: Keluarga Sehat, Bangsa Kuat
Visi Indonesia Emas 2045 bukanlah mimpi kosong. Menteri Wihaji mengibaratkan pembangunan generasi emas seperti menambang emas: memerlukan pendekatan modern agar lebih cepat dan tepat sasaran.
Kemendukbangga/BKKBN berperan aktif mengelola bonus demografi melalui pendekatan berbasis keluarga. Dengan jumlah keluarga Indonesia yang mencapai 87.845.879 pada 2024, keluarga sehat menjadi investasi penting untuk memaksimalkan potensi bonus demografi. Salah satu fokus utama adalah penurunan angka stunting, yang menjadi kunci mencetak generasi emas.
GENTING: Mengatasi Stunting dari Akar Masalah
Stunting tetap menjadi tantangan besar. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8% dari 21,5% pada 2023. Pemerintah menargetkan angka 18% pada 2025 dan 14% pada 2029 sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Menteri Wihaji menegaskan bahwa GENTING fokus pada pencegahan stunting dengan mengurai sebab-sebabnya, seperti masalah air bersih, sanitasi, asupan gizi, dan pernikahan dini. Fokus utama adalah pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) sebagai objek penting untuk menurunkan prevalensi stunting di masa depan.
Membangun Masa Depan dari Pelukan Keluarga
Hari Keluarga Nasional 2025 bukan sekadar perayaan, tetapi juga pengingat bahwa keluarga adalah inti dari kemajuan bangsa. Dengan memperkuat ketahanan keluarga melalui program-program inovatif, Indonesia optimis melangkah menuju generasi emas yang sehat, cerdas, dan berdaya.
Mari rayakan Hari Keluarga Nasional dengan memeluk erat keluarga kita, tempat kita berjuang dan pulang, serta bersama wujudkan Indonesia Maju 2045.