Era kejayaan pabrikan otomotif konvensional di China tampaknya mulai memudar. Raksasa otomotif Jepang, Honda, dilaporkan bakal menutup dua pabrik mobil bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine) miliknya di China. Langkah pahit ini diambil setelah Honda terus babak belur menghadapi dominasi merek lokal seperti BYD di pasar mobil terbesar dunia tersebut.
Berdasarkan laporan majalah Jepang Toyo Keizai, penutupan ini akan memangkas kapasitas produksi tahunan Honda di China menjadi hanya 720.000 kendaraan—turun drastis dari masa kejayaannya.
Runtuhnya Penjualan dan Pabrik yang “Menganggur”
Kondisi Honda di Negeri Tirai Bambu memang sedang tidak baik-baik saja. Melalui usaha patungan dengan Guangzhou Automobile Group (GAC), pabrik pertama dijadwalkan berhenti beroperasi pada Juni 2026. Setahun kemudian, giliran pabrik hasil kerja sama dengan Dongfeng Motor Group yang akan menyusul.
Data menunjukkan kemerosotan yang mengerikan:
-
Maret 2026: Penjualan GAC Honda anjlok lebih dari 45%.
-
Kuartal I-2026: Penurunan kumulatif mencapai hampir 57%.
-
Tren 5 Tahun: Dari puncak penjualan 1,62 juta unit di tahun 2020, kini hanya tersisa sekitar 640.000 unit pada 2025.
Akibatnya, pabrik-pabrik megah milik Honda kini lebih banyak “menganggur” karena tingkat produksinya berada jauh di bawah ambang batas keuntungan.
Strategi “Putar Haluan” Senilai 2,5 Triliun Yen
Mundurnya Honda dari China bukanlah tanpa biaya. Perusahaan memperkirakan harus menelan kerugian hingga 2,5 triliun yen (sekitar $15,7 miliar) untuk meninjau ulang strategi kendaraan listrik mereka. Beban biaya yang sangat besar ini bahkan berpotensi membuat Honda mencatat kerugian tahunan pertamanya dalam hampir 70 tahun sejarahnya di bursa saham.
Alih-alih memaksakan diri di pasar mobil listrik murni (EV) yang sangat kompetitif, Honda kini memilih Hybrid sebagai “sekoci” penyelamat.
-
Target 2030: Penjualan mobil hybrid dipatok sebesar 2,2 juta unit.
-
Model Baru: Sebanyak 13 model hybrid baru siap diluncurkan mulai tahun 2027.
-
Teknologi: Pengenalan mesin V6 hybrid baru dan platform mid-size yang dirancang ulang untuk pasar global.
Eksodus Massal Brand Jepang
Honda tidak sendirian dalam penderitaan ini. Hampir seluruh produsen mobil Jepang tengah kehilangan taringnya di China. Konsumen lokal kini lebih melirik mobil listrik dan hybrid plug-in buatan lokal yang lebih murah dan canggih secara teknologi.
Meskipun Honda menyatakan China tetap menjadi pasar yang krusial, restrukturisasi besar-besaran ini mengisyaratkan bahwa eksistensi mereka di sana akan terus menyusut sebelum akhirnya bisa benar-benar stabil di era energi baru.