Keheningan dini hari di Jalan Rambutan Timur, Tanjung Duren Utara, mendadak berubah menjadi horor yang memilukan. Sebuah kebakaran hebat melahap satu unit rumah tinggal pada Jumat (17/4) dini hari, merenggut nyawa satu keluarga yang terdiri dari lima orang.
Kesaksian warga mengungkap bahwa tragedi ini diawali dengan suara-suara janggal yang memecah kesunyian malam sebelum maut menjemput para korban yang tengah terlelap.
Suara Misterius dan Letupan di Tiang Listrik
Delsi (45), salah satu warga sekitar, menceritakan momen mencekam saat istrinya terbangun sekitar pukul 01.30 WIB. Awalnya, terdengar suara gemericik menyerupai aliran air yang menyala. Namun, saat diintip dari jendela, kenyataan pahit terlihat: si jago merah sudah menguasai lantai bawah rumah korban.
Tak hanya suara aliran air, Septio (21), saksi mata lainnya, mengaku mendengar suara letupan dari arah luar.
“Awalnya dengar suara letupan, sepertinya dari kabel di tiang listrik. Apinya keluar, lalu merambat cepat lewat kabel yang masuk ke dalam rumah,” ungkap Septio.
Ledakan Kendaraan Listrik Memperparah Keadaan
Api yang semula kecil diduga berubah menjadi neraka dalam sekejap karena adanya kendaraan yang terparkir di teras rumah. Keberadaan motor bensin dan sepeda listrik yang tengah diisi daya (charging) diduga menjadi pemicu ledakan beruntun.
“Di teras ada motor dan sepeda listrik. Mungkin bensinnya kena api atau baterai sepeda listriknya meledak, itu yang bikin api langsung ‘meledak’ besar dan susah dikendalikan,” tambah Septio.
Jalur Penyelamatan yang Tak Terjangkau
Satu hal yang paling menyayat hati adalah adanya akses rooftop atau lantai atas yang sebenarnya bisa menjadi jalur penyelamatan. Namun, diduga karena posisi korban yang sedang tertidur lelap dan rasa panik yang hebat saat terbangun, mereka tak sempat menjangkau area tersebut.
Warga sempat berusaha menelepon para korban berkali-kali, namun tidak ada respons. Diperkirakan para korban baru menyadari bahaya saat asap pekat dan api sudah menutup seluruh akses keluar.
Kehilangan lima nyawa sekaligus meninggalkan lubang besar di hati para tetangga. Di mata warga, satu keluarga ini dikenal sangat hangat dan dermawan. “Mereka orang baik, ramah sekali dan tidak pilih-pilih dalam bergaul. Kami benar-benar merasa kehilangan,” kenang Septio dengan nada sedih.
Berdasarkan data dari Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, laporan masuk sekitar pukul 02.18 WIB. Sebanyak 8 unit mobil pemadam dengan 40 personel dikerahkan untuk menjinakkan api.
Saat ini, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut oleh Tim Puslabfor guna memastikan penyebab pasti dari kebakaran maut yang menggetarkan kawasan Grogol Petamburan tersebut.