Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dan menggantikan dengan jurnalis senior sekaligus tokoh politik perempuan, Nanik Sudaryati Deyang (Nanik S. Deyang), sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Pencopotan Dadan diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara, Selasa (2/5) malam.
“Bapak presiden ambil keputusan untuk lakukan pergantian di Badan Gizi Nasional. Pertama, saudara Dadan sebagai Kepala BGN, kedua saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala BGN, ketiga saudara Sony Sonjaya sebagai Wakil BGN, tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dedikasi selama ini,” kata Prasetyo Hadi.
“Untuk selanjutnya presiden memutuskan mengangkat saudari Nanik s Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, kemudian saudari Agustina Arumsari, dan saudara Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru,” imbuhnya.
Profil Nanik S. Deyang: Jurnalis Kritis Penembus Batas
Lahir pada 3 Januari 1968, nama Nanik S. Deyang sudah sangat familier di industri media massa nasional. Sebelum terjun ke panggung politik dan korporasi, ia merupakan seorang jurnalis kawakan yang dikenal tajam dan vokal dalam mengkritisi isu-isu sosial, politik, serta ekonomi.
Nanik mengawali kiprahnya sebagai jurnalis di Tabloid Bangkit (grup Kompas Gramedia) hingga akhirnya dipercaya memimpin kelompok media di bawah bendera Kelompok Media Peluang (KMP).
Pengalamannya di lapangan membentuk karakternya menjadi sosok pengambil keputusan yang taktis dan analitis.
Sering Turun Ke Lapangan, Tangani SPPG Bermasalah
Saat menjabat jadi Wakil Kepala BGN, Nanik dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang taktis, tegas, dan berorientasi pada hasil. Ia tidak segan untuk melakukan pengawasan ketat demi memastikan program prioritas nasional berjalan tanpa cela:
-
Sidak Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis): Nanik sering turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia memantau langsung higienitas, kualitas bahan pangan, hingga ketepatan porsi nutrisi yang akan didistribusikan kepada anak-anak sekolah.
-
Tindak Tegas SPPG Bermasalah: Demi menjaga integritas program, Nanik bertindak responsif dengan menutup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kedapatan bermasalah atau tidak memenuhi standar operasional baku yang telah ditetapkan pemerintah.
Karier politik dan birokrasinya melesat tajam berkat loyalitas serta kedekatannya dengan Prabowo Subianto. Pada Pilpres 2019 ia menjadi benteng pemenangan sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur.
Pada Oktober 2024 ia dipercaya Prabowo mengisi pos Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. lalu pada Juni 2025 ia ditunjuk menjadi Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) melalui Keputusan Menteri BUMN.
Pada September 2025 Nanik mulai masuk ke BGN sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi—posisi yang membuatnya rajin “blusukan” menyidak tata kelola dapur gizi yang bermasalah.
Kini di bawah payung lembaga baru Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang mengemban misi besar untuk mengeksekusi program-program nutrisi nasional yang menjadi program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo.