JAKARTA โ Pengelolaan command center menjadi salah satu materi yang dibahas dalam program Marketing Center of Excellence (CoE) PT Danantara Asset Management. Dalam kegiatan itu, PT Jasa Marga (Persero) Tbk berperan sebagai mentor bagi sejumlah BUMN peserta.
Dalam program tersebut, Jasa Marga berbagi pengalaman mengenai pengelolaan command center, khususnya pada aspek Integrated Service Monitoring dan Incident & Crisis Response Management. Materi tersebut disampaikan sebagai bagian dari pertukaran praktik pengelolaan layanan dan respons operasional di lingkungan BUMN.
Kegiatan bertajuk โCommand Center Management: Turning Information into Decisions, Decisions into Actions, and Actions into Public Trustโ digelar di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Jatiasih, Bekasi, Rabu (15/7). Empat BUMN yang mengikuti program sebagai mentee, yakni PT PLN (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), dan PT Kereta Commuter Indonesia. Selain itu, perwakilan dari 22 BUMN sektor pelayanan publik turut mengikuti kegiatan secara daring.
Acara tersebut dihadiri jajaran manajemen PT Danantara Asset Management, di antaranya Managing Director Human Capital Agus Dwi Handaya dan Senior Director Chief Marketing Officer Dendi T. Danianto. Dari Jasa Marga hadir Direktur Utama Rivan A. Purwantono bersama jajaran direksi, pimpinan unit kerja, direksi anak perusahaan, serta Roadster Jasa Marga, baik secara luring maupun daring.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan sekitar 3,5 juta kendaraan melintasi ruas tol Jasa Marga Group setiap hari. Menurutnya, tingginya volume kendaraan tersebut menjadi tantangan sekaligus mendorong perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan.
Ia menjelaskan, pengalaman pengguna jalan sangat dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam memantau kondisi lalu lintas dan merespons berbagai situasi secara cepat. Karena itu, ketersediaan informasi secara real time menjadi bagian penting dalam mendukung proses pengambilan keputusan, terutama saat terjadi kepadatan lalu lintas.
โJasa Marga terus mengembangkan smart toll road ecosystem dengan mendorong paradigma dari infrastructure menjadi infraculture yang memberikan nilai dan pengalaman bagi masyarakat,โ ujar Rivan.
Menurutnya, Jasamarga Tollroad Command Center tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemantauan lalu lintas dan layanan pelanggan, tetapi juga menjadi pusat analisis data yang mendukung pengendalian operasional secara terintegrasi.
โKami berharap kolaborasi antar BUMN ini dapat menjadi ruang berbagi wawasan dan praktik terbaik untuk memperkuat kualitas layanan publik,โ tambahnya.
Managing Director Human Capital PT Danantara Asset Management Agus Dwi Handaya menilai Jasa Marga memiliki pengalaman dalam mengelola layanan publik yang berkaitan dengan mobilitas masyarakat, distribusi barang, dan aktivitas ekonomi. Menurutnya, pengelolaan jalan tol memerlukan sistem pengambilan keputusan yang cepat karena keterlambatan penanganan dapat berdampak pada kelancaran lalu lintas maupun keselamatan pengguna jalan.
โPemanfaatan teknologi melalui dashboard yang andal membantu memperjelas prioritas dan mempercepat proses pengambilan keputusan. Saya berharap kegiatan ini dapat menghasilkan satu kerangka kendali yang semakin kuat, sehingga kolaborasi BUMN yang terjalin tidak berhenti pada sharing session, tetapi juga mendorong peningkatan kapabilitas bersama,โ ujar Agus.
Sementara itu, Senior Director Chief Marketing Officer PT Danantara Asset Management Dendi T. Danianto mengatakan Jasa Marga dipilih sebagai mentor karena dinilai memiliki pengalaman dalam mengelola layanan publik berskala besar melalui Jasamarga Tollroad Command Center dan layanan Center 133 yang melayani sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari.
Ia menilai pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi BUMN lain, terutama dalam membangun sistem layanan yang responsif. Menurutnya, penguatan orientasi layanan juga perlu dimulai dari lingkungan internal perusahaan melalui peningkatan pengalaman karyawan.
โNamun, orientasi tersebut tidak hanya ditujukan kepada pelanggan, namun juga perlu dimulai dari internal perusahaan dengan menempatkan karyawan sebagai bagian penting dari ekosistem layanan. Karena itu, penguatan employee experience perlu dibangun melalui pelibatan karyawan untuk saling berbagi inspirasi, pembelajaran, dan praktik terbaik. Untuk itulah program Marketing Center of Excellence hadir sebagai ruang untuk belajar, mengadaptasi, dan mengimplementasikan praktik terbaik. Dengan semangat tersebut, antar BUMN dapat bersama-sama memperkuat kapabilitas untuk menjadi organisasi yang semakin customer-obsessed,โ ujar Dendi.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan sesi Learning Experience yang menghadirkan Direktur Layanan Jasa Marga Yaya Ruhiya dan Direktur Operasi Jasa Marga Fitri Wiyanti. Para peserta kemudian mengikuti kunjungan ke Jasamarga Tollroad Command Center untuk melihat secara langsung proses operasional serta sistem pengelolaan layanan yang diterapkan.
Program Marketing Center of Excellence menjadi wadah pertukaran pengalaman dan praktik pengelolaan layanan di antara BUMN. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai penerapan sistem command center dan pengelolaan layanan yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan kapasitas di masing-masing perusahaan.
ย