SANA’A, YAMAN – Pejabat tinggi dari kelompok Houthi di Yaman melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai pengambilalihan Jalur Gaza.
Pejabat tinggi kelompok Houthi itu menegaskan bahwa wilayah tersebut sepenuhnya adalah milik rakyat Palestina.
Abdulrahman Al-Jamai, pejabat Houthi yang berbicara langsung kepada media, menekankan bahwa Gaza bukanlah hak Amerika Serikat atau negara manapun untuk mengklaimnya.
“Tanah Gaza adalah milik rakyat Palestina. Trump tidak berhak untuk menentukan nasibnya. Gaza, Tepi Barat, dan seluruh wilayah Palestina yang diduduki adalah milik Palestina,” ujar Al-Jamai, yang dikutip oleh CCTV dan Associated Press.
Kelompok Houthi menilai rencana pemindahan paksa penduduk Palestina dari Gaza sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional, yang hanya akan memperburuk ketegangan di kawasan tersebut.
“Pernyataan Trump dapat memicu eskalasi ketegangan dan memperburuk ancaman perdamaian di Timur Tengah,” tambahnya.
Al-Jamai menegaskan bahwa dukungan Houthi terhadap Palestina bukan hanya sebatas kata-kata, melainkan juga dalam bentuk tindakan nyata.
“Kami berdiri bersama rakyat Palestina. Jika agresi terhadap mereka meningkat lagi, Houthi Yaman siap untuk merespons dengan kekuatan yang lebih besar,” ujarnya, menutup pernyataan dengan keyakinan bahwa perjuangan untuk Palestina akan terus didukung.
Pernyataan keras ini mencerminkan ketegangan yang semakin memuncak terkait situasi di Gaza, serta memberikan gambaran tentang komitmen kelompok Houthi untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina dalam menghadapi tekanan internasional dan regional.