JAKARTA – Cuaca buruk disertai curah hujan tinggi membuat operasional kapal cepat Dinas Perhubungan DKI Jakarta dari Pelabuhan Muara Angke menuju Kepulauan Seribu dihentikan sementara pada Senin (12/1/2026) pagi.
Empat unit kapal Dishub DKI Jakarta dipastikan tidak melayani pelayaran karena kondisi laut dinilai tidak aman untuk aktivitas penyeberangan penumpang.
“Kami membatalkan pelayaran kapal Dishub hari ini. Pelayaran tidak diizinkan KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan),” kata Kepala Unit Pengelola Angkutan Perairan Dishub DKI Jakarta Wildan Anwar di Jakarta, Senin.
Keputusan penghentian layanan tersebut merupakan hasil koordinasi dengan KSOP yang mengutamakan keselamatan pelayaran di tengah cuaca ekstrem.
Dishub DKI memprediksi pembatalan pelayaran kapal cepat masih akan berlanjut hingga Selasa, 13 Januari 2026, seiring prakiraan cuaca buruk yang belum mereda.
“Perkiraan sampai besok (Selasa) cuaca buruk, dan ada empat kapal cepat pada empat rute yang dibatalkan berlayar,” ujar Wildan.
Hingga kini, Dishub DKI Jakarta belum dapat memastikan jadwal pasti pengoperasian kembali armada laut tersebut karena masih menunggu pembaruan resmi dari KSOP.
Empat rute kapal cepat yang dihentikan meliputi Lintasan Utama 1 dari Muara Angke menuju Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang, Pulau Payung, hingga Pulau Tidung.
Lintasan Utama 2 juga tidak beroperasi dengan trayek Muara Angke ke Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Panggang, dan Pulau Pramuka.
Sementara itu, Lintasan Utama 3 mencakup rute Muara Angke menuju Pulau Pari, Pulau Pramuka, dan Pulau Kelapa yang turut terdampak penghentian layanan.
Adapun Lintasan Utama 4 dari Muara Angke ke Pulau Kelapa hingga Pulau Sabira juga masuk dalam daftar pelayaran yang dibatalkan akibat cuaca ekstrem.***