Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (2/2/2026) dengan koreksi tajam, turun 4,88 persen ke level 7.922,73. Meski tekanan jual masih membayangi pasar, pemerintah dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menegaskan keyakinan mereka terhadap prospek jangka menengah hingga panjang pasar modal Indonesia.
Di tengah volatilitas yang meningkat, Danantara justru mengambil posisi aktif dengan memborong saham-saham berfundamental kuat. Langkah ini dipandang sebagai sinyal kepercayaan terhadap ketahanan ekonomi nasional sekaligus peluang investasi di tengah pelemahan harga.
Danantara Aktif Serap Saham Berkualitas
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pembelian saham di pasar domestik, dengan fokus pada emiten yang memiliki arus kas sehat, fundamental solid, serta likuiditas yang baik.
“Kami aktif membeli saham-saham dengan valuasi menarik, perusahaan yang baik dengan cash flow yang kuat,” ujar Pandu saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia.
Menurutnya, koreksi pasar saat ini justru membuka peluang strategis bagi investor jangka menengah dan panjang. Ia menilai ekonomi Indonesia masih berada di jalur yang positif, sementara valuasi saham dinilai semakin atraktif. Tahun ini, Danantara menargetkan alokasi sekitar 50 persen dana kelolaannya ke pasar modal.
Pemerintah Tegaskan Fundamental Tetap Kuat
Dari sisi pemerintah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan IHSG sebagian dipicu oleh sikap wait and see pelaku pasar terhadap kejelasan pergantian Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia tidak mengalami perubahan signifikan.
“Seharusnya, kalau tahu saya, saya akan membeli di harga rendah,” kata Purbaya saat menghadiri agenda di Sentul, Bogor.
Sementara itu, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan adanya sinyal perbaikan dari sisi aliran dana asing. Setelah empat hari berturut-turut mencatatkan aksi jual, investor asing pada perdagangan hari ini justru membukukan net buy sebesar Rp654,9 miliar.
Ia mengimbau investor untuk tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan menghadapi volatilitas jangka pendek, seraya menegaskan bahwa dinamika pasar merupakan bagian dari siklus yang wajar.