JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Selasa (11/8/2026).
Tim analis Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berada dalam rentang 6.300–6.450 karena investor masih bersikap wait and see.
Pergerakan indeks dipengaruhi sejumlah sentimen domestik dan global yang membuat pelaku pasar cenderung menahan aksi agresif.
“Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak sideways (stagnan) pada kisaran 6.300-6.450,” kata Analis Pasar Modal dari Tim Phintraco Sekuritas, Selasa, 11 Agustus 2026.
Pada perdagangan Senin, IHSG berakhir melemah 0,69 persen ke posisi 6.365 setelah sempat mencatat penguatan pada awal sesi.
Sentimen pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia belum cukup kuat mengangkat IHSG pada akhir perdagangan.
“Pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia oleh Presiden tidak mampu mendorong penguatan indeks di penutupan perdagangan,” ucap Tim Phintraco.
Kabar tersebut justru turut menopang penguatan nilai tukar rupiah pada perdagangan sebelumnya.
Dari dalam negeri, perhatian investor juga tertuju pada penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menjadi 116,8 pada Juli 2026.
Angka tersebut turun dari 117,8 pada Juni dan mencatat pelemahan selama tiga bulan berturut-turut hingga menjadi level terendah sejak April 2025.
Penurunan IKK dipengaruhi melemahnya Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dari 109,2 menjadi 107,9 pada Juli 2026.
Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turut turun menjadi 125,7 pada Juli dari posisi 126,4 pada bulan sebelumnya.
“Namun IKK di atas level 100 tetap berada di zona optimis, menunjukkan keyakinan konsumen masih positif meski menurun,” ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Di tengah pelemahan keyakinan konsumen, penjualan sepeda motor justru menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat pada Juli 2026.
Penjualan sepeda motor mencapai 636 ribu unit atau tumbuh 8,3 persen secara tahunan, jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan 1,1 persen pada Juni.
“Angka bulan Juli merupakan level tertinggi sejak Oktober 2014, di tengah meredanya tekanan inflasi. Sehingga penjualan sepeda motor tumbuh 2 persen secara tahunan mencapai 3,77 juta unit pada periode Januari-Juli 2026,” ujar Tim Phintraco.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan penjualan kendaraan roda dua sepanjang 2026 relatif stabil pada kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.
Sementara itu, aktivitas investor asing menjadi tekanan tambahan setelah terjadi aksi jual bersih saham senilai Rp875,51 miliar pada perdagangan Senin.
Saham TPIA, BMRI, TLKM, ASII, dan BBRI tercatat sebagai sejumlah saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing.
Dari pasar global, harga minyak mentah kembali menjadi perhatian setelah mengalami lonjakan sekitar 5 persen.
Kenaikan harga minyak dipicu meningkatnya keraguan terhadap peluang tercapainya kesepakatan Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Selain minyak, investor global kini menunggu data inflasi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Perhatian terhadap inflasi AS semakin besar setelah data tenaga kerja nonpertanian menunjukkan tanda-tanda pelemahan.
Kombinasi sentimen domestik dan eksternal tersebut membuat pasar saham Indonesia diperkirakan bergerak hati-hati dalam perdagangan hari ini.***


