JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Rabu pagi di level 8.959 dan langsung menegaskan tren rekor baru pasar saham Indonesia.
Pembukaan kuat ini menjadi kelanjutan reli sebelumnya ketika IHSG menutup perdagangan hari sebelumnya di level tertinggi sepanjang sejarah, yakni 8.933,60 pada Selasa (6/1/2026).
Kondisi tersebut memperkuat sentimen positif pasar seiring meningkatnya minat investor terhadap saham-saham unggulan di Bursa Efek Indonesia.
Penguatan IHSG kali ini juga diiringi aksi beli bersih investor asing dengan nilai mencapai Rp911 miliar.
Saham yang paling banyak diborong investor asing meliputi RAJA, BBCA, BBRI, PTRO, dan ANTM.
“IHSG masih potensi melanjutkan kenaikan hari ini. Kenaikan ditopang oleh kenaikan bursa Amerika Serikat dan kenaikan komoditas nikel yang cukup signifikan,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Rabu (7/1/2026).
Meski prospek masih positif, pelaku pasar diminta tetap waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek.
“IHSG sudah naik lima hari berturut-turut. Kondisi ini akan rentan koreksi,” ucapnya.
Dalam analisis teknikalnya, Fanny memproyeksikan level support IHSG berada di kisaran 8.860 hingga 8.900.
Sementara itu, area resistansi diperkirakan berada pada rentang 8.950 hingga 9.000.
Dari pasar global, indeks saham Amerika Serikat pada perdagangan Selasa mayoritas kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
“Hal tersebut terjadi karena investor mengabaikan ketegangan geopolitik terbaru menyusul serangan AS ke Venezuela,” ujar Fanny.
Indeks S&P 500 tercatat naik 0,62 persen dan Dow Jones menguat 0,99 persen.
Nasdaq Composite juga melanjutkan tren positif dengan kenaikan sebesar 0,65 persen.
Sentimen serupa turut mewarnai bursa saham Asia yang mayoritas ditutup menguat.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,32 persen dan Hang Seng Hong Kong menguat 1,38 persen.
Taiex Taiwan melonjak 1,57 persen, sedangkan Kospi Korea Selatan bertambah 1,52 persen.
Sebaliknya, ASX 200 Australia justru melemah 0,53 persen dan FTSE Malaysia turun 0,47 persen.
“Selanjutnya pasar akan menunggu data ekonomi utama AS yang akan membentuk arah pasar pekan ini,” kata Fanny menutup analisisnya.
Pada penutupan hari ini, IHSG berada di level 8.944,81 naik 11,20 poin atau 0,13 persen. Ini menjadi rekor baru IHSG, level tertinggi sepanjang sejara.***
