JAKARTA – Dua bulan setelah resmi pensiun dari dunia voli profesional, mantan pemain Daejeon JungKwanJang Red Sparks, Pyo Seung-ju, memulai babak baru dalam kariernya. Ia kini dipercaya sebagai anggota Komite Atlet Dewan Olahraga Korea (KOC), setelah dicalonkan oleh Asosiasi Bola Voli Korea (KOVO).
Keputusan ini menandai kelanjutan kontribusinya terhadap dunia olahraga, meskipun tak lagi berada di lapangan.
Pyo, yang sempat menjadi andalan Red Sparks menggantikan posisi Lee So-young, memulai karier profesionalnya pada 2010 dan memutuskan pensiun usai 15 musim. Ia tidak menandatangani kontrak baru sebagai agen bebas (FA) setelah musim 2024–2025 berakhir.
Dalam musim terakhirnya, Pyo tampil dalam 33 pertandingan reguler, mencetak 277 poin dengan tingkat keberhasilan serangan sebesar 33,14 persen, serta membawa Red Sparks menembus final liga untuk pertama kalinya dalam 13 tahun.
Setelah Megawati Hangestri Pertiwi dan Vanja Bukilic—rekan satu timnya di musim lalu—memutuskan hengkang, Pyo juga mengikuti langkah serupa. Namun, alih-alih melanjutkan karier di lapangan, ia memilih jalur organisasi dan advokasi atlet.
“Saya telah melihat, mendengar, dan merasakan banyak hal saat bermain sebagai atlet. Saya yakin bahwa saya lebih tahu daripada siapa pun tentang kenyataan dan kesulitan yang dialami atlet,” tulis Pyo di akun media sosialnya.
“Saya akan bermain di dekat sini sehingga kita dapat membuat perubahan kecil bersama-sama.”
Pyo sebelumnya juga tercatat sebagai bagian dari timnas voli Korea Selatan yang menembus semifinal Olimpiade Tokyo 2020 (digelar pada 2021)—pencapaian yang dinilai luar biasa mengingat skuad tersebut bukan unggulan.
Dalam pemungutan suara daring yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Pusat Korea, Pyo terpilih bersama sembilan atlet musim panas lainnya, termasuk Kim Kuk-young (atletik), Kim Woo-jin (panahan), dan Lee Da-bin (taekwondo). Tiga wakil dari cabang olahraga musim dingin turut dipilih tanpa pemungutan suara karena jumlah kandidat sesuai kuota.
Komite Atlet ini dibentuk untuk menjalankan sejumlah fungsi strategis, antara lain mewakili suara atlet dalam isu Olimpiade dan ajang internasional lainnya, mempromosikan semangat fair play, melindungi hak-hak atlet aktif dan pensiunan, serta menjadi jembatan aspirasi dalam pengembangan olahraga nasional.