Sebuah pengumuman mengejutkan datang dari Ravel Entertainment terkait penyelenggaraan Hammersonic Festival 2026. Festival yang rencananya digelar pada 2-3 Mei di PIK 2, Jakarta ini, resmi membatalkan penjualan tiket umum dan beralih ke format Private Festival.
CEO Ravel Entertainment, Ravel Junardy, menegaskan bahwa keputusan pahit ini diambil demi menjaga marwah festival serta keselamatan seluruh pihak yang terlibat. Langkah ekstrem ini dibarengi dengan kebijakan pengembalian dana (refund) sebesar 100% bagi seluruh pemilik tiket yang sudah terdaftar.
Imbas Ketegangan Timur Tengah
Perubahan drastis ini tak lepas dari dinamika geopolitik dan konflik yang tengah membara di Timur Tengah. Situasi global tersebut memberikan efek domino pada daftar penampil (line-up). Beberapa band besar seperti New Found Glory hingga The Story So Far sebelumnya telah menyatakan mundur dari panggung Hammersonic.
Meski sempat mengumumkan nama-nama pengganti seperti Dashboard Confessional dan Agnostic Front, Ravel akhirnya memilih jalan yang lebih eksklusif demi menjaga kelancaran acara.
“Melihat berbagai dinamika yang terjadi… demi menjaga harkat dan martabat Hammersonic Festival beserta seluruh pihak di dalamnya, maka saya memutuskan untuk merefund penuh 100% bagi seluruh pemilik tiket,” tulis Ravel melalui akun Instagram pribadinya, Rabu (22/4/2026).
Hanya untuk “Orang Pilihan”
Dengan perubahan status menjadi Private Festival, Hammersonic 2026 kini hanya bisa dihadiri oleh tamu yang menerima Official Invitation (undangan resmi) langsung dari sang promotor. Penjualan tiket umum pun telah resmi ditutup permanen.
Lantas, bagaimana nasib para Hammerhead (sebutan fans Hammersonic) yang tetap ingin memberikan dukungan? Ravel memberikan celah tipis bagi mereka yang beruntung.
“Kesempatan untuk memperoleh official invitation tersedia secara terbatas melalui DM akun Instagram @hammersonicfest,” tambahnya.
Bagi Anda yang sudah terlanjur membeli tiket, proses refund secara menyeluruh akan mulai dijalankan pada minggu depan. Pengumuman ini sontak membuat publik heboh, mengingat Hammersonic 2026 merupakan monumen perayaan 10 tahun festival tersebut.
Langkah ini dianggap sebagai strategi “darurat” paling berani dalam sejarah industri konser di Indonesia, menunjukkan betapa besarnya pengaruh situasi dunia terhadap panggung hiburan tanah air.