SULAWESI UTARA – Insiden kebakaran hebat menimpa kapal penumpang KM Barcelona saat tengah berlayar di jalur laut strategis yang menghubungkan Kepulauan Talaud dan Manado pada Minggu siang, 20 Juli 2025.
Kebakaran tersebut langsung memicu kepanikan penumpang dan menarik perhatian pihak militer laut, khususnya TNI Angkatan Laut yang kini sedang melakukan penyelidikan intensif.
Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) VIII Manado, Laksamana Pertama TNI May Franky Pasuna Sihombing, mengonfirmasi bahwa fokus utama saat ini masih pada proses penyelamatan para penumpang yang berada di atas kapal saat insiden terjadi.
Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan, namun langkah investigasi sedang dilakukan dengan memanggil seluruh awak kapal, termasuk nahkoda.
“Sementara masih proses pertolongan dahulu. Untuk penyebab akan diinfokan lebih lanjut setelah memanggil Nahkoda dan Crew,” ujar Franky saat dikonfirmasi, Minggu (20/7/2025).
Dalam keterangan awal yang dihimpun dari lapangan, Franky menyebutkan bahwa KM Barcelona mengangkut sekitar 280 penumpang saat insiden berlangsung.
Informasi mengenai kemungkinan korban jiwa atau luka masih menunggu laporan resmi dari pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), yang saat ini sedang mengumpulkan data dari lokasi kejadian.
Pihak berwenang juga bekerja sama dengan Badan SAR Nasional serta sejumlah kapal milik masyarakat sekitar untuk mempercepat proses evakuasi.
Kapal KM Barcelona sendiri dikenal melayani rute pelayaran lokal antar pulau di Sulawesi Utara dan rutin mengangkut ratusan penumpang setiap pekan.
Insiden ini menambah daftar panjang tragedi laut di wilayah Indonesia timur, yang acapkali diwarnai kendala teknis serta cuaca ekstrem.
Masyarakat kini menanti hasil penyelidikan lengkap dari otoritas terkait guna memastikan apa yang sebenarnya terjadi di balik kobaran api yang menghanguskan kapal tersebut.***



