JAKARTA — Hansi Flick menyadari Barcelona masih memiliki celah di skuadnya menjelang musim baru, terutama setelah kehilangan dua opsi penyerang tengah, Robert Lewandowski dan Ferran Torres.
Pelatih asal Jerman itu tidak ingin terlalu bergantung pada aktivitas transfer dan mulai menyiapkan sejumlah alternatif dari skuad yang tersedia.
Barcelona masih dikaitkan dengan gelandang Rodri serta penyerang Julián Alvarez, dua nama yang dinilai dapat meningkatkan kualitas tim secara signifikan.
Namun, Flick memahami negosiasi transfer bisa berubah sewaktu-waktu sehingga ia memilih menyiapkan rencana cadangan sejak pramusim.
Ujian menghadapi FC Basel menjadi kesempatan bagi Flick untuk menguji beberapa komposisi tidak biasa sekaligus melihat kesiapan pemain muda Barcelona.
Salah satu eksperimen menarik adalah menempatkan Xavi Espart sebagai bagian dari poros ganda meski pemain tersebut baru berusia 19 tahun.
Mengutip SB Nation, Senin (17/8/2026) fleksibilitas Espart membuat Flick memiliki alternatif tambahan jika Barcelona gagal mendapatkan Rodri atau harus menunggu kembalinya Frenkie de Jong.
Brian Fariñas juga mendapatkan menit bermain penting selama pramusim untuk memperkaya pilihan di lini tengah.
Masalah terbesar Barcelona justru berada di posisi penyerang tengah setelah Lewandowski dan Ferran Torres tidak lagi menjadi opsi utama.
Flick sejauh ini mencoba dua pendekatan, yakni memainkan Raphinha sebagai false nine atau memberikan kesempatan kepada penyerang muda Hamza Abdelkarim.
Abdelkarim menjadi salah satu pemain yang paling mencuri perhatian selama pramusim Barcelona karena mampu menunjukkan naluri mencetak gol dan agresivitas di kotak penalti.
Penyerang muda asal Mesir itu juga memperlihatkan kontribusi defensif yang kuat serta pergerakan tanpa bola yang membuatnya semakin menarik perhatian Flick.
“Anak itu terlihat seperti penyerang tengah, beri dia suplai bola dan dia akan mencetak gol,” demikian gambaran yang muncul dari performanya selama pramusim.
Kemampuan Abdelkarim bekerja keras ketika Barcelona kehilangan bola menjadi nilai tambah karena Flick membutuhkan penyerang yang aktif dalam sistem permainan intensif.
Pertanyaan berikutnya adalah apakah performa tersebut cukup untuk membawanya masuk ke tim utama Barcelona secara permanen.
Jika Julián Alvarez benar-benar bergabung, Abdelkarim tetap berpeluang memainkan peran penting sebagai opsi berbeda dari penyerang utama.
Flick dapat memanfaatkannya ketika Barcelona membutuhkan pemain kuat dan agresif untuk mengejar gol pada menit-menit akhir pertandingan.
Kepercayaan Flick terhadap pemain akademi juga menjadi salah satu ciri penting proyek Barcelona menjelang musim baru.
Pelatih asal Jerman tersebut sejak awal kedatangannya telah menunjukkan keyakinan terhadap kualitas La Masia dan terus memberikan kesempatan kepada talenta muda.
Kondisi itu membuat Barcelona memiliki dua jalur pengembangan sekaligus, yakni memperkuat skuad melalui transfer besar dan memaksimalkan potensi pemain akademi.
Kedatangan Rodri dan Julián Alvarez tentu akan meningkatkan daya saing Barcelona dalam perebutan berbagai trofi musim ini.
Namun, perkembangan pemain muda seperti Abdelkarim, Espart, dan Fariñas menunjukkan bahwa Flick tidak hanya memikirkan kebutuhan jangka pendek.
Barcelona kini memasuki fase penting sebelum musim kompetitif dimulai dan kemenangan besar atas FC Basel menjadi modal positif bagi Flick.
Setelah itu, perhatian Barcelona akan tertuju pada Joan Gamper Trophy sebagai panggung terakhir untuk mematangkan skuad sebelum kompetisi resmi bergulir.
Jika transfer besar belum terwujud, Flick setidaknya sudah memiliki beberapa solusi internal yang dapat menjaga keseimbangan Barcelona.***



