JAKARTA – Inter Milan tengah bersiap menantang klub Norwegia, Bodø/Glimt, dalam laga leg pertama babak playoff 16 besar Liga Champions UEFA musim 2025/26 yang digelar di Aspmyra Stadion, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB.
Pelatih Nerazzurri, Cristian Chivu, menegaskan bahwa duel ini menjadi kelanjutan penting dari perjalanan mereka di Eropa setelah gagal mengamankan tiket langsung ke babak 16 besar meski tampil cukup baik di fase sebelumnya.
“Besok kami bermain di kompetisi yang berbeda, dan kami tahu betul betapa pentingnya pertandingan ini.”
“Kami sudah menjalani kampanye yang bagus, tetapi sayangnya tidak lolos langsung ke 16 besar sehingga kini harus melewati play-off melawan tim kuat yang sudah merepotkan City dan Real,” ujar Chivu dikutip dari laman klub.
Ia menilai Bodø/Glimt bukan sekadar kuda hitam, melainkan representasi perkembangan pesat sepak bola Norwegia yang juga tercermin dari keberhasilan tim nasional mereka lolos langsung ke Piala Dunia.
“Kami tahu mereka tim yang kuat, bukan hanya karena level yang mereka tunjukkan sekarang, tetapi juga karena perkembangan sepak bola Norwegia, dengan tim nasional mereka yang sudah lolos langsung ke Piala Dunia,” tuturnya.
Menanggapi polemik yang mengiringi laga kontra Juventus di Serie A, Chivu memilih untuk tidak larut dalam kontroversi dan menegaskan bahwa insiden wasit adalah bagian dari sejarah panjang permainan ini.
“Sepak bola sudah seperti ini selama 100 tahun, selalu ada insiden yang menguntungkan dan merugikan.”
“Dan kita harus berhenti terus-menerus mengeluh dan bersikap seolah-olah kita moralis setiap kali ada kasus seperti ini pada hari Minggu, sejak gol ‘handball’ Maradona,” kata Chivu.
Ia mengungkapkan bahwa Inter juga pernah dirugikan saat duel di Naples, namun tim memilih melanjutkan kompetisi dengan fokus pada konsistensi dan daya saing sepanjang musim.
“Kami juga pernah mengalami ketidakadilan di Naples, saya baru mengatakannya hari ini, dan tak ada yang tersinggung atau mengkritiknya seperti sekarang.”
“Jadi kami melangkah maju dengan sadar bahwa musim ini panjang, kami ingin tetap kompetitif dan membangun hal-hal baik yang sudah kami lakukan,” tegasnya.
Chivu menambahkan, persepsi terhadap Inter pada awal musim justru menjadi bahan bakar motivasi dan menunjukkan respon luar biasa dari ruang ganti.
“Tanpa melupakan bagaimana kami digambarkan di awal musim dan bagaimana reaksi serta determinasi yang ditunjukkan kelompok ini,” imbuhnya.
Ketika ditanya soal susunan pemain, termasuk kemungkinan tampilnya Federico Dimarco dan kondisi Hakan Çalhanoğlu, Chivu memilih menjaga rapat informasi teknis.
“Saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu, saya tahu siapa yang akan bermain besok, tetapi saya tidak akan mengatakannya, sedangkan untuk Calha, saya hanya bisa mengatakan bahwa dia tidak ikut bepergian bersama kami,” ucapnya.
Tantangan lain datang dari kondisi lapangan sintetis Aspmyra Stadion dan cuaca dingin di lingkar Arktik yang kerap menyulitkan tim tamu dari Eropa selatan.
“Ada kekhawatiran soal keselamatan pemain karena saya ingin semua dalam kondisi bugar dan sehat..”
“Kami butuh semua pemain di tengah jadwal yang sangat padat, kami melakukan sesi latihan terakhir di sini untuk membiasakan diri dengan kondisi cuaca dan lapangan,” jelasnya.
Meski begitu, Chivu menegaskan Inter akan datang dengan kesiapan mental maksimal untuk menghadapi tekanan Bodø/Glimt baik di kandang maupun tandang selama dua leg.
“Tidak ada jaminan akan terjadi keajaiban, tetapi dari sisi mental kami akan siap bertarung, menyadari bahwa tim ini meraih hasil hebat baik di sini maupun tandang.”
“Mereka ambisius dan akan melakukan segalanya untuk menekan kami dan menang, tetapi kami juga siap melakukan hal yang sama dan bersiap untuk 180 menit,” katanya.
Soal suasana bersalju di Bodø, Chivu menegaskan bahwa cuaca ekstrem bukan hal baru bagi skuadnya, dan fokus utama justru tertuju pada kualitas serta karakter lawan.
“Kami tidak terkesan dengan salju, kami melihatnya setiap hari dari pusat latihan kami, yang membuat kami terkesan adalah apa yang telah dilakukan Bodo dan apa yang bisa mereka lakukan.”
“Mereka punya spirit, kualitas, dan banyak pemain yang tampil baik, gerakan sepak bola di sana berkembang pesat dan kami harus tajam dan siap untuk segala kemungkinan,” pungkasnya.***