JAKARTA – Iran mengancam akan melancarkan serangan besar terhadap Amerika Serikat dan Israel, termasuk menembakkan rudal ke Tel Aviv, setelah Presiden AS, Donald Trump berjanji akan membom republik Islam itu “hingga kembali ke Zaman Batu.”
Perang yang pecah lebih dari sebulan lalu akibat serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran kini meluas ke seluruh Timur Tengah, mengguncang ekonomi global dan berdampak pada ratusan juta orang.
Dalam pidato di Gedung Putih, Trump menyatakan AS “sangat dekat” mencapai tujuannya, namun memperingatkan eskalasi serangan jika Iran tidak bersedia bernegosiasi. “Dalam dua hingga tiga minggu ke depan, kita akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu, tempat mereka seharusnya berada,” ujarnya, dilansir dari Hurriyet Daily News, Jumat (3/4/2026).
Respons Iran datang cepat. Pertahanan udara Israel dikerahkan, polisi menanggapi sejumlah lokasi terdampak, dan empat orang dilaporkan mengalami luka ringan di Tel Aviv.
Trump sempat membuka kemungkinan kesepakatan untuk mengakhiri perang, yang telah memicu kenaikan harga bahan bakar dan menurunkan popularitasnya. Ia menyebut pembicaraan mungkin dilakukan dengan kepemimpinan baru Iran yang dianggapnya “kurang radikal dan jauh lebih masuk akal.”
Namun Teheran menolak tawaran gencatan senjata, menyebut tuntutan Washington “maksimalis dan tidak rasional.” Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan, “Pesan telah diterima melalui perantara, termasuk Pakistan, tetapi tidak ada negosiasi langsung dengan AS.”
Trump memperingatkan target serangan berikutnya mencakup pembangkit listrik Iran. Sementara itu, pusat komando militer Khatam Al-Anbiya menegaskan, “Dengan bertawakkal kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, perang ini akan berlanjut hingga kalian dipermalukan, dihina, disesali secara permanen dan pasti, serta menyerah.”
Serangan terbaru terjadi saat warga Yahudi Israel merayakan Paskah, sebagian terpaksa bersembunyi di bunker. “Ini bukan pilihan pertama saya,” kata seorang penulis bernama Jeffrey. “Tapi setidaknya di tempat penampungan ini, kita bisa duduk di sini dan menunggu sampai keadaan membaik.”
Di Teheran, warga pro-pemerintah turun ke jalan dalam pemakaman seorang komandan angkatan laut Garda Revolusi yang tewas akibat serangan Israel, menyuarakan penentangan terhadap AS dan Israel.