TEHERAN, IRAN – Konflik bersenjata antara koalisi Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran memasuki pekan kelima. Pada hari ke-35, Iran melancarkan serangan rudal balasan yang untuk pertama kalinya dalam sepekan terakhir menghantam sejumlah target di wilayah Israel serta negara-negara kawasan Teluk, memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik.
Jumlah korban jiwa di Iran terus meningkat dan kini telah melampaui 1.900 orang. Di saat yang sama, harga minyak mentah Brent melonjak hingga USD109 per barel setelah Teheran menutup Selat Hormuz.
Serangan Balasan Iran ke Israel dan Teluk
Pada Jumat pagi (3/4/2026), Iran menembakkan rudal ke berbagai target di kawasan Timur Tengah. Bahrain dan Kuwait melaporkan adanya serangan udara yang diduga berasal dari Iran. Israel juga mengeluarkan peringatan dini setelah mendeteksi rudal yang melaju menuju wilayah udaranya.
“Serangan ini merupakan respons atas agresi terus-menerus yang dilancarkan AS dan Israel terhadap infrastruktur pertahanan kami,” demikian pernyataan resmi yang dikutip dari kantor berita lokal Iran, tanpa merinci target spesifik di Israel.
Klaim Trump dan Perkembangan Terkini
Presiden AS Donald Trump pada Rabu (1/4/2026) menyatakan bahwa “AS akan menarik diri dari Iran setelah dua atau tiga pekan.” Namun hingga Jumat pagi, intensitas serangan dari kedua belah pihak masih tinggi.
Serangan udara koalisi AS-Israel dilaporkan kembali menghantam sejumlah lokasi di Iran. Aktivis setempat menyebutkan adanya ledakan di sekitar Teheran dan kota Isfahan di wilayah tengah negara tersebut. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai target dari serangan tersebut.
Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Melonjak
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dijadwalkan menggelar pertemuan darurat untuk membahas situasi di Selat Hormuz yang kini ditutup oleh Iran. Dalam kondisi normal, jalur ini dilalui oleh sekitar seperlima distribusi minyak dan gas dunia.
Penutupan jalur strategis tersebut, ditambah serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk, mendorong lonjakan harga energi global. Harga minyak mentah Brent sebagai acuan internasional berada di kisaran USD109 per barel pada Jumat pagi, naik lebih dari 50 persen dibandingkan posisi 28 Februari saat konflik mulai memanas.
Update Korban Tewas
Jumlah Korban Jiwa dari Berbagai Pihak:
- Iran: Lebih dari 1.900 orang tewas.
- Israel: 19 orang dilaporkan tewas.
- Negara-negara Teluk dan Tepi Barat: Lebih dari dua lusin orang tewas.
Personel militer AS: 13 orang tewas. - Lebanon: Lebih dari 1.300 orang tewas dan lebih dari 1 juta orang mengungsi akibat invasi darat Israel. Sepuluh tentara Israel juga dilaporkan tewas di Lebanon.
Dampak Ekonomi Global
Para ekonom memperingatkan bahwa jika konflik terus berlanjut, tekanan terhadap rantai pasok energi global akan semakin besar. Kenaikan harga minyak yang telah melampaui 50 persen dalam waktu kurang dari lima pekan berpotensi menghambat pemulihan ekonomi global pasca-pandemi.