TEHRAN – Pemerintah Iran mengumumkan penangkapan seorang individu yang diduga sebagai Agen Mossad di tengah meningkatnya gelombang demonstrasi antar-pemerintah yang melanda sejumlah kota besar di Republik Islam itu.
Media semi-resmi Tasnim News Agency melaporkan pada Senin (5/1/2026) bahwa aparat keamanan berhasil menahan seseorang yang disebut “berafiliasi dengan dinas intelijen rezim Zionis” ketika beraksi di antara massa pengunjuk rasa di Teheran. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa terduga Agen Mossad itu sempat berusaha menyusup ke kelompok demonstran untuk mengumpulkan informasi dan memprovokasi bentrokan dengan aparat.
Pihak berwenang Iran menyiarkan rekaman video berisi pengakuan tersangka yang mengklaim dirinya direkrut melalui media sosial seperti Instagram dan Telegram oleh individu yang terhubung ke jaringan intelijen asing. “Agen tersebut mengaku menerima pelatihan dasar pengintaian dan komunikasi terenkripsi dari kontaknya di luar negeri,” tulis laporan media pemerintah.
Penangkapan ini muncul hanya beberapa hari setelah lembaga intelijen Israel, Mossad, membuat pernyataan publik yang memicu perhatian luas. Melalui akun X berbahasa Persia, lembaga itu menyerukan rakyat Iran untuk “turun ke jalan bersama” dan menyatakan dukungan bagi perjuangan demokrasi di negara itu. Pesan yang tidak lazim bagi organisasi intelijen tersebut ditafsirkan banyak pihak sebagai bentuk intervensi psikologis terhadap rezim Teheran.
Sementara itu, gelombang protes yang awalnya dipicu oleh krisis ekonomi kini berkembang menjadi tuntutan politik yang menentang kepemimpinan Ayatollah Ali Khamenei. Sedikitnya 35 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 1.200 orang ditahan oleh aparat keamanan sejak aksi dimulai pada 28 Desember lalu.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Teheran agar tidak menggunakan kekerasan mematikan terhadap warganya, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dukungan terbuka bagi rakyat Iran yang “menuntut kebebasan dan keadilan”.
Otoritas Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik upaya mengguncang stabilitas negara. “Kami takkan tinggal diam terhadap infiltrasi agen asing,” ujar pihak Kementerian Intelijen dalam pernyataan resminya.
Kasus ini menegaskan pertarungan intelijen yang kian memanas di kawasan Timur Tengah, di mana kehadiran seorang Agen Mossad di jantung ibu kota Iran menjadi simbol ketegangan geopolitik yang belum menunjukkan tanda mereda



