JAKARTA – Iran memulai masa berkabung nasional selama sepekan pada 3 Juli 2026 untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal dalam serangan gabungan AS-Israel.
Jenazah Khamenei tiba di Grand Musalla Teheran menjelang pemakaman, dengan ribuan pelayat membawa peti mati berbalut bendera Iran ke salah satu lokasi upacara terpenting Republik Iran.
Dilansir Hurriyet Daily News, Jumat (3/7/2026), foto-foto menunjukkan kerumunan berpakaian hitam memenuhi praupacara, dengan peti jenazah diletakkan di latar bunga merah dan kupu-kupu putih beterbangan. Kepala Garda Revolusi, Ahmad Vahidi, tampil untuk pertama kalinya sejak perang pecah Februari lalu, memberikan penghormatan di depan peti jenazah.
Upacara resmi dihadiri sejumlah pemimpin asing, termasuk Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Presiden Irak Nizar Amedi, Presiden Kurdistan Irak Nechirvan Barzani, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, dan Presiden Georgia Mikheil Kavelashvili. Wakil Presiden Turki Cevdet Yılmaz juga hadir dan diterima langsung oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Pihak berwenang memerintahkan penutupan kantor publik dan swasta di Teheran pada 4–6 Juli, serta pembatasan lalu lintas yang membuat pusat kota sulit diakses. Prosesi pemakaman akan berlanjut di Qom, lalu di kota-kota suci Irak — Najaf dan Karbala — sebelum tahap akhir pengebumian di makam Imam Reza di Mashhad pada 9 Juli.
Menurut pejabat Iran, rangkaian upacara ini diperkirakan akan dihadiri 15–20 juta pelayat, menjadikannya pemakaman kenegaraan terbesar dalam sejarah negara tersebut.