JAKARTA – Korps Garda Revolusi Iran menegaskan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali selama Amerika Serikat dianggap terus melakukan ancaman dan intervensi terhadap lalu lintas maritim di kawasan.
Menurut laporan televisi pemerintah Iran, pernyataan tertulis dikeluarkan Garda Revolusi untuk menegaskan kendali penuh atas jalur strategis tersebut. “Selat Hormuz berada di bawah kendali Iran dan tidak akan dibuka, atau bahkan memburuk, selama AS terus melakukan ancaman dan campur tangan dalam lalu lintas maritim regional,” demikian isi pernyataan itu, dilansir Anadolu, Kamis (30/7/2026).
Iran juga memperingatkan negara-negara yang mendukung AS agar mengubah sikap mereka. “Negara-negara yang mendukung AS akan menghadapi tanggapan keras jika tidak mengubah pendirian mereka,” tulis pernyataan tersebut.
Pernyataan ini mempertegas ketegangan geopolitik di kawasan Teluk, di mana Selat Hormuz menjadi jalur vital bagi perdagangan energi dunia.



