JAKARTA – Iran menegaskan akan menganggap “serangan terbatas” oleh Amerika Serikat sebagai tindakan agresi. Hal itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, dalam pengarahan pada Senin (23/2/2026).
“Tindakan agresi akan tetap menjadi tindakan agresi,” kata Baghaei, menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan serangan terbatas oleh AS, sebagaimana dilansir dari Sputnik.
Baghaei juga menepis klaim tentang adanya kesepakatan sementara dengan Washington. Menurutnya, Iran saat ini sedang menyusun teks mengenai kemungkinan kesepakatan dengan AS. “Saat ini kami sedang dalam tahap merumuskan posisi kami,” ujarnya, seraya menekankan bahwa laporan tentang kesepakatan sementara “tidak memiliki dasar faktual.”
Iran Akan Negosiasi Lagi dengan Amerika Serikat
Ia menambahkan, Iran berharap dapat mengadakan putaran pembicaraan baru dengan AS dalam beberapa hari mendatang. “Setiap proses negosiasi membutuhkan tindakan bersama, dan ada harapan untuk mendapatkan hasil jika ada niat baik dan keseriusan dari kedua belah pihak,” kata Baghaei.
Putaran kedua negosiasi Iran-AS mengenai program nuklir berlangsung pada 17 Februari di Jenewa dengan mediasi Oman. Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, menyebut putaran selanjutnya akan digelar pada 26 Februari di Jenewa.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan “armada besar” sedang menuju Iran dan berharap Teheran mau menegosiasikan kesepakatan “adil dan merata” yang mencakup penghapusan total senjata nuklir. Namun, Menlu Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Republik Islam tetap bersikeras pada haknya untuk memperkaya uranium, meski berisiko memicu perang.