JAKARTA – Israel pada Senin (26/1/2026) mengumumkan pemulangan jenazah Ran Gvili, sandera terakhir yang ditahan di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Kepulangan ini menutup babak panjang yang penuh luka bagi masyarakat Israel, setelah 251 sandera dibawa ke Gaza dalam serangan tersebut.
Proses pemulangan berlangsung melalui kesepakatan gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat dan mulai berlaku pada 10 Oktober. Kesepakatan itu bertujuan menghentikan pertempuran yang telah berlangsung lebih dari dua tahun dan menghancurkan wilayah Palestina.
Kembalinya jenazah Gvili membuka jalan bagi pembukaan kembali terbatas perlintasan Rafah antara Gaza dan Mesir, titik utama masuknya bantuan kemanusiaan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengisyaratkan bahwa penyeberangan pejalan kaki akan dilanjutkan dengan pengawasan Israel setelah seluruh sandera berhasil dikembalikan.
Peti jenazah Gvili diiringi konvoi militer dengan sirene dan lampu berkedip, disambut warga yang melambaikan bendera Israel. Hamas menyatakan telah memberikan informasi lokasi jenazah, dengan juru bicara Hazem Qassem menegaskan bahwa penemuan tersebut “menegaskan komitmen Hamas terhadap semua persyaratan perjanjian gencatan senjata.”
Militer Israel merilis rekaman yang menunjukkan peti mati Gvili diselimuti bendera Israel dan dikelilingi tentara yang menyanyikan lagu kebangsaan. “Dengan ini, semua sandera telah dikembalikan dari Jalur Gaza ke Negara Israel,” tulis pernyataan resmi yang dilansir dari Hurriyet Daily News, Selasa (27/1/2026). Presiden Israel Isaac Herzog menyebut momen ini bersejarah, “untuk pertama kalinya sejak 2014, tidak ada warga negara Israel yang disandera di Gaza. Seluruh bangsa berdoa dan menunggu momen ini.”
Presiden AS Donald Trump turut menyampaikan ucapan selamat melalui Truth Social, menilai keberhasilan ini sebagai sesuatu yang “sebagian besar orang menganggapnya mustahil untuk dilakukan.”
Netanyahu menambahkan bahwa Israel kini “berada di ambang tahap selanjutnya” dari kesepakatan, yakni pelucutan senjata Hamas dan demiliterisasi Gaza. Namun, Hamas sejauh ini menolak berkomitmen pada fase kedua tersebut.
Forum Sandera dan Keluarga yang Hilang menyelenggarakan demonstrasi rutin di Tel Aviv, menjaga isu sandera tetap menjadi perhatian publik. Pada Senin malam, para pendukung kembali berkumpul di Lapangan Sandera untuk merayakan pemulangan terakhir.
Di Gaza, Rumah Sakit Martir Al-Aqsa melaporkan menerima sembilan tahanan Palestina yang dibebaskan Israel bersamaan dengan pemulangan Gvili. Serangan Hamas pada 2023 menewaskan 1.221 orang di Israel, sementara kementerian kesehatan Gaza menyebut lebih dari 71.660 korban jiwa akibat perang, angka yang dianggap kredibel oleh PBB.