JAKARTA – Menjelang usia emasnya yang ke-498, Jakarta membuka rangkaian peringatan hari jadinya dengan sebuah perhelatan besar di Blok M, Jakarta Selatan.
Pencanangan yang berlangsung pada 23 Mei 2025 itu mengangkat semangat “Jakarta Kota Global dan Berbudaya”, mencerminkan ambisi ibu kota menjadi kota berkelas dunia dengan akar budaya yang kuat.
Blok M, yang dulunya lekat dengan citra terminal dan pusat perbelanjaan, kini bersiap menjalani transformasi besar sebagai ruang publik dinamis.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memanfaatkan momentum HUT ini untuk menjadikan Blok M sebagai ruang interaksi kreatif, pusat kegiatan ekonomi berbasis UMKM, dan panggung seni budaya urban yang terbuka untuk semua kalangan.
“Jakarta terus bergerak menuju kota masa depan, tanpa meninggalkan warisan budayanya,” tegas Gubernur DKI Jakarta saat membuka acara tersebut.
Rangkaian kegiatan yang dimulai pada 23 hingga 25 Mei 2025 ini mencerminkan semangat kolaborasi lintas komunitas dan negara.
Berdasarkan informasi dari situs resmi Pemprov DKI Jakarta, berikut kegiatan unggulan yang ditawarkan:
- Blok Meet Up: Panggung ekspresi yang menampilkan seni pertunjukan khas Ibu Kota seperti tari tradisional, hiburan musik, dan stand-up comedy dari talenta muda.
- Blok Market: Bazar produk kreatif dan UMKM, yang turut menghadirkan pelaku usaha dari negara-negara ASEAN.
- Blok Makan-Makan: Surga kuliner dengan sajian khas Betawi seperti kerak telor, asinan Jakarta, hingga soto Betawi, berpadu dengan cita rasa kuliner dari Asia Tenggara.
- Innovation & Creative Week: Pameran produk inovasi dari PT MRT Jakarta yang digelar di area Blok M selama empat hari, 23–26 Mei 2025.
Dengan konsep sebagai ruang kolaborasi kreatif, HUT ke-498 ini terbuka untuk umum dan dirancang menjadi festival rakyat yang inklusif.
Puncak acara pencanangan akan berlangsung di Taman Literasi, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 24 Mei 2025 pukul 16.00 WIB, di mana akan digelar peluncuran resmi tema ulang tahun serta pertunjukan seni akbar.
Antusiasme warga diharapkan mampu menghidupkan kembali semangat kebersamaan Jakarta, sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa ibu kota Indonesia siap menatap masa depan sebagai kota global yang berpijak pada nilai budaya.***