Di era digital ini, hampir semua orang tak bisa lepas dari ponsel pintar (HP). Tapi, kebiasaan bermain HP sambil menunduk—seperti scrolling media sosial atau main game—bisa berdampak buruk pada kesehatan, terutama leher dan postur tubuh.
Fenomena ini dikenal sebagai “text neck” atau “tech neck”, di mana posisi kepala menunduk berulang kali membebani tulang belakang. Berdasarkan berbagai penelitian medis, kebiasaan ini bisa menyebabkan nyeri kronis, gangguan postur, hingga masalah pernapasan.
1. Nyeri Leher dan Bahu yang Kronis (Text Neck Syndrome)
Penelitian menunjukkan bahwa menunduk saat menggunakan HP bisa menyebabkan nyeri leher dan bahu karena postur buruk. Saat kepala menunduk, beban pada leher meningkat drastis—dari 4-5 kg di posisi netral menjadi hingga 27 kg saat menunduk 60 derajat. Studi dari Cleveland Clinic menyatakan bahwa ini bisa memicu “repetitive strain injury” atau cedera akibat gerakan berulang, yang menyebabkan otot leher tegang dan nyeri.
Sebuah studi di Nature menemukan bahwa pengguna HP yang menunduk lebih dari 4 jam sehari mengalami nyeri leher lebih tinggi dan daya tahan otot leher lebih rendah. Gejala termasuk sakit kepala, pegal bahu, dan bahkan nyeri yang menjalar ke lengan. Jika dibiarkan, ini bisa jadi kronis dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
2. Gangguan Postur Tubuh (Forward Head Posture)
Kebiasaan menunduk sering menyebabkan “forward head posture” (FHP), di mana kepala maju ke depan dari posisi normal. Penelitian di MDPI menyatakan bahwa penggunaan HP berlama-lama meningkatkan sudut fleksi leher hingga 9 derajat lebih besar pada mereka yang pakai HP >4 jam/hari. Ini mengubah kurva alami tulang belakang servikal, menyebabkan bahu membulat dan punggung bungkuk.
Studi di NIH menemukan bahwa 76,7% pengguna HP sering menunduk, yang memicu ketegangan otot dan nyeri muskuloskeletal. Jangka panjang, FHP bisa memengaruhi keseimbangan tubuh dan bahkan menimbulkan masalah seperti sakit pinggang atau gangguan temporomandibular (rahang).
3. Pengaruh pada Fungsi Pernapasan dan Kesehatan Lain
Tidak hanya leher, postur menunduk juga memengaruhi pernapasan. Penelitian di PMC menunjukkan bahwa penggunaan HP lama mengurangi indeks bahu dan aliran udara ekspirasi puncak, sehingga fungsi paru-paru menurun. Ini karena posisi bungkuk menekan dada, membuat napas lebih pendek dan kurang efisien.
Selain itu, studi di ScienceDirect menemukan bahwa HP memengaruhi kinematika tulang belakang saat berjalan, menyebabkan ketidaknyamanan muskuloskeletal dan mengurangi kecepatan langkah. Ada juga risiko degenerasi diskus tulang belakang, yang bisa jadi permanen jika kebiasaan ini berlanjut sejak muda.
4. Dampak pada Kesehatan Mental dan Lainnya
Meski fokus pada fisik, penelitian juga hubungkan kebiasaan ini dengan kecanduan HP, yang memperburuk nyeri. Studi di Springer menemukan korelasi positif antara kecanduan HP dengan nyeri di leher, bahu, siku, dan tangan. Pada remaja dan mahasiswa, ini bisa mengganggu konsentrasi dan produktivitas.