JAKARTA — 12 September mencatat sejumlah peristiwa penting, dari Tragedi Tanjung Priok 1984 dan lahirnya Persatuan Islam (Persis) hingga wafatnya Soepomo dan kemenangan pasukan gabungan dalam Pertempuran Wina 1683.
Salah satu peristiwa paling kelam terjadi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 12 September 1984. Bentrokan melibatkan massa warga dan aparat keamanan setelah ketegangan meningkat menyusul penangkapan sejumlah warga.
Situasi kemudian memanas hingga aksi demonstrasi berujung bentrokan. Dalam peristiwa tersebut, aparat melakukan penembakan terhadap kerumunan massa yang menyebabkan korban jiwa dan luka-luka. Sejumlah bangunan dan infrastruktur di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan.
Jumlah pasti korban dalam Tragedi Tanjung Priok masih menjadi perdebatan dalam catatan sejarah. Peristiwa itu kemudian dikenang sebagai salah satu tragedi penting dalam sejarah sosial-politik Indonesia pada era Orde Baru.
Persis Lahir di Bandung
Empat dekade sebelumnya, tepatnya 12 September 1923, Persatuan Islam (Persis) resmi berdiri di Bandung, Jawa Barat. Organisasi tersebut lahir dari perhatian sejumlah tokoh terhadap persoalan keagamaan dan pendidikan.
Sejak awal, Persis diarahkan untuk memperkuat pembinaan umat melalui dakwah dan pendidikan. Dalam perkembangannya, organisasi ini turut menjalankan berbagai kegiatan sosial dan pendidikan di sejumlah wilayah Indonesia.
Aktivitas tersebut menjadi bagian dari kiprah Persis dalam kehidupan masyarakat, terutama melalui dakwah, pengelolaan lembaga pendidikan, dan pemberdayaan sosial.
Soepomo Wafat pada 1958
Tanggal 12 September juga menjadi hari wafatnya Prof. Dr. Mr. Soepomo. Tokoh yang lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 22 Januari 1903 itu meninggal dunia pada 12 September 1958.
Soepomo dikenal memiliki peran penting dalam sejarah hukum dan ketatanegaraan Indonesia. Bersama Ir. Soekarno dan Mohammad Yamin, ia terlibat dalam proses perumusan Undang-Undang Dasar 1945.
Selain berperan dalam penyusunan konstitusi, Soepomo juga pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman pada masa awal Republik Indonesia.
Atas jasanya bagi bangsa, pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Soepomo pada 1965.
Pertempuran Wina 1683
Jauh sebelum berbagai peristiwa tersebut terjadi di Indonesia, 12 September 1683 menjadi titik penting dalam sejarah Eropa. Pada tanggal itu, pengepungan Kota Wina oleh Kesultanan Utsmaniyah berhasil dipatahkan oleh pasukan gabungan Eropa.
Pengepungan telah berlangsung sekitar dua bulan. Pasukan Utsmaniyah menghadapi koalisi militer yang melibatkan Austria dan Polandia.
Situasi berubah setelah bala bantuan pasukan gabungan tiba di bawah komando Raja Polandia Jan III Sobieski. Pasukan tersebut kemudian berhasil mengalahkan pasukan Utsmaniyah dan mematahkan pengepungan terhadap Wina.
Kemenangan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam dinamika geopolitik Eropa dan menandai terhentinya ekspansi Kesultanan Utsmaniyah di kawasan tersebut.
Berbagai peristiwa itu menunjukkan panjangnya jejak sejarah yang tercatat pada 12 September, mulai dari tragedi sosial-politik di Indonesia, perkembangan gerakan keagamaan, kiprah tokoh ketatanegaraan, hingga perubahan peta kekuatan di Eropa.