JAKARTA – Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengakui hubungan klubnya dengan Real Madrid tengah memburuk jelang final Piala Super Spanyol 2026. Partai klasik itu akan digelar di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, dengan tensi tinggi karena kedua tim sama-sama mencatat lima kemenangan beruntun sebelum mencapai laga puncak.
“Hubungan dengan Real Madrid buruk, bahkan sudah rusak. Ada berbagai masalah yang menjauhkan kami,” ungkap Laporta. Ia menambahkan, “Jika sebelumnya kami sudah menjadi rival abadi dan penuh permusuhan, kini terjadi situasi yang menyebabkan hubungan kami rusak. Itu bukan berarti tidak ada rasa hormat. Seperti dalam kehidupan, semuanya bisa diatasi, tetapi itu tergantung pada masing-masing pihak.”
Meski hubungan antarklub memanas, Laporta menegaskan dirinya tetap menghormati Presiden Real Madrid, Florentino Perez. “Saya sangat hormat dan bersikap ramah kepadanya,” ujarnya, dikutip dari Football Espana, Minggu (11/1/2026).
Ambisi Barcelona
Laporta menekankan bahwa Piala Super Spanyol 2026 menjadi target penting untuk membuka tahun dengan prestasi. “Kami sangat menantikan untuk memenangkan gelar ini, gelar pertama yang bisa kami raih musim ini,” katanya. Barcelona melaju ke final dengan modal impresif setelah menaklukkan Athletic Club 5-0 di semifinal.
Final Tanpa Favorit
Laporta menolak anggapan bahwa Barcelona lebih diunggulkan dibanding Real Madrid. “Dalam final tidak ada tim favorit, apa pun bisa terjadi,” tegasnya. Ia menilai semangat timnya lebih tinggi, namun tetap menaruh respek terhadap kekuatan Madrid. “Kami memasuki final dengan kuat, kami memainkan pertandingan yang hebat melawan Athletic, dan kami yakin bahwa jika kami bermain dengan intensitas yang sama, kami dapat memenangkannya.”