JAKARTA – PT Pertamina memastikan proses pemulihan distribusi energi dan penyediaan air bersih di wilayah terdampak bencana alam di Sumatra berjalan hampir sepenuhnya normal sebagai bagian dari respons cepat perusahaan terhadap kondisi darurat masyarakat.
Melalui keterangan resmi, Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita menegaskan bahwa penyaluran BBM dan LPG kembali lancar berkat kerja sama lintas sektor yang solid antara perusahaan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait.
“Alhamdulillah berkat dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, layanan energi untuk masyarakat telah berangsur pulih.”
“Sebanyak 406 SPBU di Sumatra Utara & 147 SPBU di Sumatra Barat telah 100 persen beroperasi,” ucap Arya dalam keterangan tertulis di Jakarta kepada RRI, Minggu (11/1/2025).
Pertamina juga mencatat progres signifikan di Aceh dengan 151 dari total 156 SPBU telah kembali aktif atau sekitar 97 persen, sementara lima SPBU lainnya masih terkendala akses akibat dampak bencana.
“Masih terdapat 5 SPBU yang terkendala akses sehingga belum melayani masyarakat. Pertamina telah melakukan upaya untuk penyediaan di wilayah terdekat serta berkoordinasi dengan Pemerintah dalam upaya pemulihan akses,” katanya.
Selain pemulihan energi, Pertamina memperkuat dukungan kebutuhan dasar dengan mendistribusikan air bersih ke fasilitas umum serta membangun sumur bor baru dan mengaktifkan kembali 19 sumur warga pada Kamis (8/1/2026).
“Kemarin, kami juga baru saja memberangkatkan 7 tim bor lengkap ke Aceh Tamiang dan Pidie Jaya. Selain itu, 15 truk air bersih dikirimkan setiap hari dengan total volume mencapai 2.2 juta liter,” ujarnya.
Dalam fase pemulihan ini, Pertamina juga telah menyalurkan 1.578 tabung LPG dan 653 kiloliter BBM serta membuka layanan kesehatan bagi ribuan warga melalui empat posko di Aceh dan Sibolga.
“Setiap tetes air bersih dan setiap liter bahan bakar yang tersalurkan adalah simbol harapan untuk bangkit kembali. Kami akan terus bersama masyarakat di lokasi bencana, melayani dengan sepenuh hati.”, katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan kondisi lapangan terkini sekaligus mengapresiasi peran aktif sektor korporasi dalam mendukung transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan berkelanjutan.***