BLORA – Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarjo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menjadi titik balik penting bagi mobilitas warga yang sebelumnya terkendala infrastruktur rusak dan berbahaya.
Infrastruktur yang diinisiasi oleh Prabowo Subianto tersebut kini berfungsi sebagai jalur vital yang menghubungkan aktivitas pendidikan, pekerjaan, hingga kebutuhan harian masyarakat setempat.
Sebelum jembatan permanen ini berdiri, warga terpaksa bergantung pada jembatan bambu sederhana yang sempit dan berisiko tinggi, bahkan kendaraan roda dua harus didorong saat melintas.
Kondisi semakin memprihatinkan ketika musim hujan tiba karena jalur alternatif berupa galengan sawah tidak bisa digunakan akibat licin dan tergenang air.
Komsiatun (35), salah satu warga, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya jembatan tersebut yang dinilai sangat membantu kehidupan sehari-hari, terutama bagi keluarga dengan anak sekolah.
“Kulo seneng wonten bantuan jembatan niki, dados mboten susah maneh lewate. Lah pripun, gadah lareh sekolah, mangkeh nek mboten saget medal pripun,” ujar Komsiatun, Minggu (26/4).
Ia menggambarkan bagaimana sulitnya kondisi sebelumnya saat harus melewati jembatan bambu yang sempit dan tidak stabil.
“Nang kene jembatan bambu, sesek niku. Motor re nggeh dituntun riyen, bapakke sing nyebrangke nek kulo mboten saget. Jalane utama kan niki, nek lewat galeng sawah pas udan mboten saget lewat,” lanjutnya.
Wiji (50) turut mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat ada jembatan di lokasi tersebut, namun hancur akibat terjangan banjir.
“Sampun enten jembatan, tapi jebrol niku ketendang banjir,” kata Wiji.
Menurut warga, intensitas hujan tinggi kerap memicu longsor di sekitar area jembatan karena tanah terkikis arus air deras.
“Tahun pinten nggeh, rendeng niki, tanah’e niku longsor, kegerus air, ketendang air langsung niku,” jelas Komsiatun.
Kini, kehadiran jembatan permanen tersebut menghadirkan rasa aman, nyaman, dan efisiensi waktu bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya.
Warga berharap Jembatan Garuda Merah Putih dapat bertahan lama dan terus menjadi solusi infrastruktur yang berkelanjutan.
“Harapane mugo-mugo jembatane sae dilewati, awet, mboten susah medal’e,” ujarnya.
Ucapan terima kasih dan doa pun disampaikan warga kepada Presiden atas perhatian nyata terhadap kebutuhan masyarakat desa.
“Matursuwun Pak Prabowo, matursuwun sanget wonten bantuane niki. Mugi-mugi Pak Prabowo diparingi sehat selalu,” kata Komsiatun.
Wiji juga menyampaikan doa serupa agar Presiden senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang.
“Kersane kulo dungokake Pak Prabowo sehat selalu, mugi-mugi diparingi sehat, panjang umur,” ujarnya.
Komsiatun menutup dengan harapan penuh syukur atas manfaat besar yang dirasakan warga dari pembangunan jembatan tersebut.
“Mugi-mugi Pak Prabowo sehat selalu, rejekine lancar. Kita sangat terbantu adanya jembatan ini, Pak. Matursuwun nggih, Pak,” tutupnya.***