JAKARTA — Setiap tanggal menyimpan cerita. Begitu pula dengan 27 April, yang menorehkan sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Indonesia dan dunia.
Mulai dari kelahiran seorang tokoh pergerakan, kemerdekaan sebuah bangsa, hingga insiden keamanan yang mengguncang ibu kota.
1. Kelahiran Amir Sjarifoeddin (1907)

Tanggal 27 April 1907 menjadi hari lahir Amir Sjarifoeddin, seorang tokoh yang meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Indonesia.
Sejarah arus utama mencatatnya sebagai sosok yang terlibat dalam pemberontakan PKI di Madiun pada 1948.
Namun, di balik catatan kelam itu, Amir juga dikenal sebagai pejuang kemerdekaan yang aktif sejak masa pendudukan Jepang.
Ia pernah menjabat sebagai perdana menteri Republik Indonesia pada era Presiden Soekarno.
Perjalanan hidupnya berakhir tragis. Dalam buku Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan (Yayasan Bentang Budaya, 1997), Soe Hok Gie menulis bahwa Amir dieksekusi oleh regu tembak di Kampung Ngaliyan, Kelurahan Lalung, Karanganyar, Jawa Tengah, pada 19 Desember 1948.
Ia dieksekusi bersama 10 tokoh PKI lainnya dan dimakamkan dalam satu liang lahat. Hingga kini, makam kesebelas orang itu masih dapat dijumpai di Taman Pemakaman Umum (TPU) Ngaliyan.
2. Sierra Leone Merdeka dari Inggris (1961)
Pada 27 April 1961, Sierra Leone resmi menjadi negara merdeka setelah lebih dari 150 tahun berada di bawah pemerintahan kolonial Inggris.
Seperti dilansir BBC on This Day, kemerdekaan negara Afrika Barat itu disambut dengan suka cita.
Kerumunan besar berkumpul di Brookfields Playground, Freetown, untuk menyaksikan momen bersejarah ketika bendera nasional berwarna hijau, putih, dan biru dikibarkan tepat pada tengah malam.
Hari Kemerdekaan secara resmi dimulai ketika Duke of Kent menyerahkan instrumen kerajaan yang mengakui Sierra Leone sebagai negara berdaulat.
Sir Maurice Dorman, yang menjabat gubernur sejak 1956, kemudian dilantik sebagai Gubernur Jenderal oleh Hakim Agung Beoku Betts.
Ucapan selamat mengalir dari Perdana Menteri Inggris Harold Macmillan dan Ratu Inggris untuk pemerintahan baru yang dipimpin Perdana Menteri Sir Milton Margai.
Perayaan berlangsung sepanjang minggu dengan suasana pesta yang meriah, jalan-jalan dihiasi bendera dan warna nasional baru, sementara tiga hari libur resmi diumumkan untuk merayakan kelahiran negara baru itu.
3. Bom Bandara Soekarno-Hatta (2003)
Suasana Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, mendadak mencekam pada 27 April 2003 ketika sebuah bom meledak di area Terminal 2F.
Insiden itu merupakan ledakan kedua dalam sepekan, menyusul kejadian serupa yang beberapa hari sebelumnya terjadi di belakang Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.
Pada Harian Kompas edisi 28 April 2003 dilaporkan bahwa ledakan mengakibatkan kaca tempered setebal 10 sentimeter, kaca plafon, serta kaca pembatas Skycafe hancur berantakan.
Meski menimbulkan kepanikan dan kerusakan material, bom berdaya ledak rendah tersebut tidak sampai mengganggu jadwal penerbangan.
4. Penerbangan Perdana (2005)

Dunia penerbangan internasional mencatat 27 April 2005 sebagai hari bersejarah.
Pada tanggal itu, pesawat jet penumpang komersial terbesar di dunia, Airbus A380, mengudara untuk pertama kalinya.
Momen tersebut ditandai dengan seremoni pembukaan di Toulouse, Prancis, sebelum prototipe dengan nomor registrasi F-WWOW itu akhirnya mengangkasa.
Nomor registrasi itu bukan sekadar kode teknis, melainkan sebuah pesan besar yang ingin disampaikan Airbus kepada dunia tentang tonggak baru industri kedirgantaraan.
Tak Pernah Berhenti
Keempat peristiwa di atas hanyalah sebagian kecil dari ribuan lembar sejarah yang terselip di balik tanggal 27 April.
Ada yang lahir dan berjuang, ada yang merayakan kebebasan, ada yang diuji oleh ancaman, dan ada yang menorehkan inovasi.
Sejarah tidak pernah berhenti bercerita, dan tugas kita adalah terus mendengarkan serta mengambil pelajaran darinya. (FB)