JAKARTA — Tanggal 24 April menyimpan sejumlah peristiwa bersejarah yang meninggalkan jejak penting bagi dunia, mulai dari diplomasi internasional, kemajuan teknologi luar angkasa, hingga gejolak sosial di dalam negeri.
Berikut rangkuman peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
1. Penutupan Konferensi Asia Afrika di Bandung (1955)
Konferensi Asia Afrika (KAA) secara resmi ditutup pada 24 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung. Perhelatan bersejarah ini berlangsung selama satu pekan, dimulai sejak 18 April 1955. Dalam sidang umum terakhirnya, konferensi yang mempertemukan negara-negara dari dua benua besar itu menghasilkan 10 prinsip yang kemudian dikenal sebagai Dasasila Bandung. Prinsip-prinsip tersebut menjadi fondasi penting bagi gerakan solidaritas negara-negara berkembang di tengah dinamika Perang Dingin.
2. China Meluncurkan Satelit Pertamanya (1970)
Tepat pada 24 April 1970, China berhasil meluncurkan satelit pertamanya, Dongfanghong-1 atau Timur Merah, menggunakan roket Changzheng-1. Peluncuran ini menarik perhatian dunia sekaligus menjadikan China sebagai negara kelima yang mampu melakukan peluncuran satelit secara mandiri. Pencapaian tersebut menandai babak baru kemandirian teknologi luar angkasa Tiongkok di kancah global.
3. Tragedi Amarah di Makassar (1996)
Pada April 1996, gelombang protes mahasiswa melanda sejumlah perguruan tinggi di Makassar. Pemicunya adalah Surat Keputusan Kementerian Perhubungan mengenai kenaikan tarif angkutan umum. Kebijakan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Wali Kota Ujung Pandang, nama Makassar kala itu, dengan menaikkan tarif angkutan dari Rp300 menjadi Rp500 untuk umum, sementara mahasiswa dan pelajar dikenai tarif Rp200.
Sebagai respons, mahasiswa membentuk Forum Pemuda Indonesia Merdeka (FPIM) dan mendeklarasikan perlawanan di Tugu Mandala. Puncaknya, pada 8 April 1996, sekitar 200 massa FPIM menggelar aksi di kantor DPRD Sulawesi Selatan, menuntut pencabutan SK Gubernur Sulsel dan Wali Kota Ujung Pandang terkait kebijakan tarif tersebut.
4. Snuppy, Anjing Kloning Pertama di Dunia (2005)
Pada 24 April 2005, dunia ilmu pengetahuan mencatat sejarah baru ketika seekor anjing kloning pertama di dunia lahir di Korea Selatan. Anjing bernama Snuppy itu merupakan hasil riset para ilmuwan di Seoul National University di bawah pimpinan Hwang Woo Suk. Snuppy merupakan keturunan anjing ras Afghan dan menjadi tonggak penting dalam perkembangan ilmu biologi reproduksi serta teknologi kloning hewan.
Peristiwa-peristiwa tersebut mengingatkan kita bahwa setiap tanggal dalam kalender menyimpan lapisan sejarah yang kaya, dari perjuangan diplomasi, lompatan sains, hingga suara rakyat yang menuntut keadilan. Mengenangnya bukan sekadar ritual, melainkan cara kita belajar dari masa lalu untuk melangkah lebih bijak ke depan. (ACH)