Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mendadak panen kecaman habis-habisan dari publik global. Gelombang kritik ini mencuat sesaat setelah NASA mengumumkan empat nama astronaut yang akan mengawaki misi ambisius Artemis III menuju Bulan pada tahun 2027 mendatang.
Netizen di berbagai platform media sosial meradang lantaran tidak ada satu pun sosok perempuan yang dilibatkan dalam tim tersebut. Anggota kru Artemis III yang diumumkan seluruhnya adalah pria, terdiri dari tiga astronaut NASA, yakni Randy Bresnik, Frank Rubio, dan Andrew Douglas, serta satu astronaut dari Badan Antariksa Eropa (ESA), Luca Parmitano.
“Tidak mengizinkan seorang wanita pun terbang dengan Artemis III adalah pilihan yang gila,” kecam salah seorang pengguna media sosial, dikutip dari Daily Mail, Rabu (10/6/2026).
Dinilai Berbalik Arah Setelah Kesuksesan Artemis II
Publik menyayangkan keputusan ini karena dinilai kontras dengan misi Artemis II yang meluncur awal tahun ini. Kala itu, NASA menuai pujian berkat kehadiran Christina Koch—satu-satunya wanita dalam tim—yang sukses menembus sejarah dengan terbang melintasi orbit Bulan bersama tiga rekan prianya.
Absennya keterwakilan perempuan di Artemis III dianggap sebagai kemunduran besar bagi kampanye kesetaraan gender di dunia antariksa.
“Ini jadi pukulan telak untuk mereka yang terinspirasi oleh Christina di Artemis II. Misi sebelumnya sangat tepat sasaran dengan menunjukkan bahwa wanita itu cakap dan kita bisa melakukan apa pun. Kali ini NASA benar-benar mengecewakan,” sesal netizen lainnya.
Misi Krusial Dua Minggu Sebelum Pendaratan Bersejarah
Di luar badai kontroversinya, Artemis III merupakan rantai misi yang sangat krusial sebelum manusia benar-benar menapakkan kaki kembali di Bulan. Selama dua minggu di luar angkasa, tim ini bertugas menguji operasi pertemuan (rendezvous) dan penyambungan (docking) pesawat ruang angkasa Orion dengan sistem pendarat manusia komersial di orbit rendah Bumi.
Ini akan menjadi gladi resik terakhir sebelum NASA mengeksekusi pendaratan astronot di permukaan Bulan melalui misi Artemis IV yang ditargetkan pada tahun 2028.
Merespons kegaduhan di masyarakat, Administrator NASA Jared Isaacman meminta publik untuk tidak berspekulasi berlebihan. Ia menegaskan bahwa pemilihan kru murni berdasarkan kompetensi teknis terbaik untuk menyukseskan misi, meski ia sendiri enggan membeberkan detail mekanisme seleksi internal tersebut.
“Kepada kru Artemis III, kami doakan semoga perjalanan lancar. NASA mengerahkan astronaut terbaiknya untuk melaksanakan dan menyelesaikan tujuan misi ini,” ujar Isaacman menenangkan situasi.
Reaksi Haru Para Awak Terpilih
Di sisi lain, para astronaut yang terpilih mengaku sangat emosional atas tugas besar yang dibebankan di pundak mereka. Randy Bresnik, yang ditunjuk sebagai komandan misi, menyatakan kesiapannya untuk memimpin tim.
“Kami sebagai kru merasa sangat terhormat bisa menjadi perwakilan Anda semua untuk menjalankan misi Artemis III di luar angkasa,” tutur Bresnik optimistis.
Ungkapan senada juga disampaikan oleh Andrew Douglas yang akan bertindak sebagai spesialis misi. “Otak saya… rasanya sedang bekerja dengan sangat cepat sekarang (memikirkan teknis misi). Tapi hati saya terasa sangat hangat dan penuh,” ungkap Douglas haru.