SUMBAR – Jenazah Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Ulil Ryanto Anshari diterbangkan ke kampung halamannya Makassar, Sulsel. AKP Ulil tewas ditembak oleh Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar.
Saksi yang juga merupakan Pendeta di Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Padang, Pendeta Salmon Lehetemia, mengenang Ryanto sebagai pribadi yang penuh kasih dan rendah hati.
“Beliau adalah orang yang baik, sangat akrab dengan jemaat, dan selalu hadir dalam kegiatan gereja. Kami bahkan masih sempat bersama saat perayaan Natal tahun lalu, dan baru tiga bulan ini tidak bertemu,” ujar Pendeta Salmon saat ditemui di RS Bhayangkara Padang.
Menurut Pendeta Salmon, meskipun kesibukan tugas di Polres Solok Selatan menyita waktu, Ryanto selalu menyempatkan diri hadir di gereja jika ada kesempatan. “Kami sangat kehilangan sosok beliau yang penuh dedikasi, baik di tengah jemaat maupun dalam tugas kepolisian,” tambahnya.
Menurut informasi polisi, penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 00:43 WIB. Dua tembakan mengenai bagian kepala Ryanto, yang langsung mengakibatkan korban jatuh terkapar dan meninggal dunia di tempat kejadian. Kasus ini pun kini tengah dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Polda Sumbar, dengan Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan mengonfirmasi peristiwa tragis ini.
“Iya, benar ada peristiwa penembakan yang melibatkan anggota polisi. Saat ini, kasusnya masih dalam penyelidikan. Kami akan memberikan informasi lebih lanjut setelah pemeriksaan lebih lanjut dilakukan,” ujar Dwi, tanpa merinci lebih jauh mengenai kronologi lengkap kejadian tersebut.
Kasus penembakan ini menambah daftar panjang tragedi yang melibatkan aparat penegak hukum, dan saat ini menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian untuk menyelesaikan persoalan yang muncul di internal mereka.