JAKARTA – Pembalap Honda, Joan Mir berharap bisa tampil lebih baik pada paruh kedua musim MotoGP 2025, stelah menjalani 12 penuh insiden.
Pabrikan Jepang tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah musim 2024 yang mengecewakan, dengan kemenangan dramatis Johann Zarco pada Grand Prix Prancis serta finis kedua GP Inggris.
Namun, para pembalap tim pabrikan Honda masih kesulitan menyaingi performa Zarco. Luca Marini terganggu oleh cedera, sementara Joan Mir terus dihadapkan pada berbagai kecelakaan.
“Ada yang merupakan kesalahanku, dan ada yang bukan,” kata Mir, juara dunia 2020, yang sudah mengalami delapan kecelakaan di grand prix dan total 15 insiden musim ini.
Meski hanya mengoleksi 32 poin dan menempati posisi ke-19 klasemen, Mir yakin masih punya potensi untuk naik peringkat. Ia menyampaikan refleksinya kepada motogp.com.
“Saya rasa paruh pertama musim ini dipenuhi banyak kecelakaan, beberapa di antaranya adalah kesalahan saya dan yang lainnya bukan.
“Saya mencoba belajar dari kecelakaan yang merupakan kesalahan saya, tetapi untuk kecelakaan lainnya saya tidak bisa belajar darinya.
“Saya hanya berharap memiliki kekuatan untuk terus berjuang seperti yang saya lakukan dan saya yakin Honda akan memberikan sesuatu yang akan membantu saya bersaing dengan pembalap lain.”
Mir sempat menunjukkan performa positif saat lolos kualifikasi di posisi kelima pada GP Ceko sebelum disingkirkan Alex Marquez di lap pertama. Sebelumnya, ia juga mengalami insiden serupa di GP Jerman dan Belanda.
Menurut Mir, salah satu penyebab seringnya ia terlibat kecelakaan adalah karena performa motornya yang masih tertinggal dari segi tenaga, terutama saat pengereman yang membuatnya sulit diantisipasi pembalap lain.